Social

Manfaat Luar Biasa dari Wudhu

Posted on

Manfaat Luar Biasa dari Wudhu

Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan terhadap wudlu. Ia mengemukakan bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka yaitu sebelah dahi, tangan, dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menghubungkan hikmah wudlu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut. Ia bahkan merekomendasikan agar wudlu bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan.

Dengan senantiasa membasuh air segar pada pusat-pusat syaraf tersebut, maka berarti orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat sarafnya. Pada akhirnya Leopold memeluk agama Islam dan mengganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

Ulama Fikih juga menjelaskan hikmah wudlu sebagai bagian dari upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Daerah yang dibasuh dalam air wudlu, seperti tangan, daerah muka termasuk mulut, dan kaki memang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau daerah itu yang harus dibasuh.

Social

Agar Tetap Bercahaya di Tengah Gelap

Posted on

Berbaur dengan orang lain bukan tanpa risiko. Itu sebabnya Rasulullah SAW lebih memuji orang yang mau berbaur dengan masyarakat dan mampu bersabar atas resiko dan kesulitan-kesulitannya, ketimbang orang yang tak mau berbaur dan tak mampu bersabar. Jadi syaratnya jelas, sabar.

Tanpa sabar bukan mustahil perbauran justru mendatangkan akibat negatif. Orang yang tidak sabar, bukannya mampu memberi warna dan pengaruh pada orang lain, tapi dikhawatirkan justru ia terbawa dan terwarnai oleh lingkungannya.

Dan kesabaran tak mungkin berdiri sendiri. Ada perangkat lain yang dibutuhkan agar seseorang mampu bertahan dan bersabar menghadapi berbagai gejolak dan risiko dari berbaur.

Social

PROBLEMATIKA SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA & GAGASAN BASED SYARIA’ EDUCATION

Posted on

I. PENGANTAR

Pendidikan dalam konteks upaya merekonstruksi suatu peradaban merupakan salah satu kebutuhan (jasa) asasi yang dibutuhkan oleh setiap manusia dan kewajiban yang harus diemban oleh negara agar dapat membentuk masyarakat yang memiliki pemahaman dan kemampuan untuk menjalankan fungsi-fungsi kehidupan selaras dengan fitrahnya serta mampu mengembangkan kehidupannya menjadi lebih baik dari setiap masa ke masa berikutnya.

Fitrah kehidupan manusia adalah menjalani kehidupan ini sesuai dengan aturan-aturan kehidupan yang telah ditetapkan oleh penciptanya, yaitu Allah Swt karena Dia yang paling mengetahui segalanya tentang makhluk ciptaan-Nya.

“Dan tidaklah aku ciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada-Ku”

Social

Membangun Masjid Indonesia di Berlin

Posted on

Berlin [FORMMIT] Ramadan telah membulatkan hati umat muslim Indonesia di Berlin, Jerman. Mereka bertekad membangun masjid Indonesia yang permanen.Kebulatan tekad ini secara simbolis diluncurkan melalui piagam yang dibacakan bersama para pengurus Masjid Al Falah IWKZ e.V. dan para jamaah, Jumat 12 September 2009 lalu. Masjid yang permanen diharapkan menjawab kebutuhan umat muslim Indonesia di Berlin.“Semangat kita adalah membangun masjid permanen yang dikelola sendiri oleh umat Islam Indonesia di Berlin,” ujar Ketua Masjid Al Falah Makky Sandra Jaya dalam perbincangan dengan detikRamadan, Minggu (13/9/2009)