Events

Silaturahim ke Dayuan Township

Selepas pembacaan ayat-ayat suci al-Qur’an, acara dilanjutkan dengan tausiyah yang disampaikan oleh Rais PCI-NU, Bapak Sigit Tri Wicaksono. Tema besar yang diangkat adalah tentang bagaimana seharusnya seorang manusia menjalani hidup. Ada beberapa hal yang patut diperhatikan bersama, yaitu:

1. Orientasi hidup.

Allah dan Rasul-Nya haruslah menjadi orientasi hidup utama bagi seorang muslim. Saat tujuan hidup melenceng sedikit saja, maka dapat dipastikan kehidupan seorang manusia akan sengsara, tersesat, dan tidak akan sedikitpun menemukan kebahagiaan yang hakiki.

2. Semangat hidup.

Hidup harus selalu diisi dengan hamasah/ghirah yang dengannya menyalalah kekuatan jiwa umat muslim. Tanpa hal itu, seorang muslim tak akan pernah memiliki visi hidup yang mulia

3. Istiqamah.

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. (Al-Ahqaaf (46): 13).

Istiqamah bukanlah hal yang mudah, namun menjadi satu hal penting yang harus ada di dalam kehidupan setiap muslim. Hanya ke-istiqamah-anlah yang akan mengantarkan manusia menuju kedudukan mulia di sisi Tuhannya.

4. Niat.

Imam Ahmad dan Asy-Syafi’i rahimahumallah berkata: Masuk dalam lingkup hadits “Sesungguhnya segala amal tergantung pada niatnya” sepertiga ilmu; karena usaha seorang hamba itu bisa dengan hati, lisan dan anggota badannya. Adapun niat dengan hati merupakan salah satu dari tiga jenis di atas.

Maka niat menjadi hal paling penting penilaian amalan setiap muslim di sisi Allah swt. Niat yang lurus hanya karena Allah dan Rasul-nya niscaya akan menuai amalan yang penuh dengan keikhlasan

5. Berjama’ah.

Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, (Al-Fajr (89): 29).

Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Maka kehidupan berjamaah adalah sebuah keniscayaan. ‘Ali ra berkata, “kebathilan yang terencana dengan baik mampu mengalahkan kebenaran yang tidak direncanakan dengan baik”. Berangkat dari sana, sudah dapat dipastikan, berjama’ah bukanlah pilihan, namun kewajiban. Dengan berjama’ah umat muslim akan mencapai kekuatan terbaiknya.

Silaturahim Dayuan

Sebagai sesi terakhir, acara tersebut ditutup dengan doa bersama dan makan malam yang disajikan oleh tuan rumah berupa masakan Indonesia yang sudah bisa dipastikan kelezatannya. Sebelum rombongan bertolak kembali ke Taipei dan Chungli untuk kembali ke tempat masing-masing, rekan-rekan pekerja berpesan bahwa kehadiran mahasiswa sangatlah dinanti-nantikan untuk senantiasa membersamai mereka, entah dalam bentuk pengajian, pelatihan softskill, dsb. Oleh karena itu, semoga ke depannya aktivitas-aktivitas bersama antara rekan-rekan mahasiswa dan pekerja dapat senantiasa berjalan dengan harmonis. [FORMMIT/Humin].

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *