- reset +
Open Panel
Home
HOME - Programs - FORMMIT Events - Muslim Indonesia di Yuan Ze International Week

Muslim Indonesia di Yuan Ze International Week

International week yang diadakan oleh pihak Yuan Ze University pada tanggal 30 November 2011 lalu berlangusung sangat meriah. Pelajar dari Indonesia dan juga beberapa teman dari FORMMIT UTADA juga turut memeriahkan acara tersebut. Bertemakan Intercultural sharing, stand Indonesia yang semua pelajarnya memakai batik mencoba untuk menjajakan dua makanan khas dari Indonesia. Sebut saja yang pertama adalah tempe. Makanan sederhana ini digoreng dengan bumbu racikan sendiri dari salah satu mahasiswa master Indonesia di Yuan Ze University (YZU), dan sangat membuat heran bahwa makanan tempe goreng itu “ludes” terjual semuanya hanya dalam hitungan menit. Diperkirakan 126 potong tempe goreng terjual, bahkan sampai-sampai saat tempe goreng sudah tidak ada lagi, masih saja ada yang mau beli sehingga membuat para pelajar Indonesia ini kewalahan.

Makanan yang kedua yang di sajikan adalah nasi kuning, yang mana pengadaan nasi kuning ini bekerja sama dengan salah satu pemilik warung Indonesia di Taiwan. Selain itu, ada juga pangan lainnya seperti kari ayam dan ayam goreng. Mbak Wati, pemilik restaurant Indonesia di ChungLi itu sudah menjadi masternya nasi kuning di se-antero Taiwan sejak beberapa tahun yang lalu sehingga tidak mengherankan jika nasi kuning yang di sajikan di International food festival itu ‘hilang’ [habis terjual] hanya dalam kurang lebih 45 menit saja ‘dihajar’ oleh para Taiwanese dan juga masyarakat international lainnya seperti Gambia, Iran, Malaysia, Bangladesh, India, Vietnam dan Korea. Sebagai tambahan informasi bagi teman-teman muslim di se-antero jagad raya, bahwa nasi kuning Mbak Wati memiliki motto khas yaitu ’One hundred percent Halal’, dan label itu disematkan pada pamflet harga sehingga membuat mahasiswa Taiwan bertanya-tanya apa itu halal. Nah, disitu pula teman-teman turut andil untuk menjelas kan sedikit tentang apa itu halal.

Acara berlangsung satu jam setengah dan ditutup dengan beberapa performance dari beberapa negara. Sebagai kesimpulan yang dipetik dari acara tersebut bahwa Mahasiswa Indonesia di YZU turut berpartisipasi dalam International Food itu bukan hanya untuk memperkenalkan budaya makanan Indonesia, namun hampir semua aspek budaya serta tempat rekreasi yang ada pun turut diperkenalkan melalui percakapan-percakapan dengan para pengunjung di stand Indonesia. Selain memperkenalkan dari sisi budaya, diperkenalkan pula Islam dengan cara yang unik baik itu dari makanan, pakaian serta tutur ucapan yang sopan. [Gunar]

 

Add comment


Security code
Refresh