Idul Adha di Taipei: Pentingnya Shalat
Written by FORMMIT Friday, 11 November 2011 01:59
Taipei (6/11/2011) - Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar wa Lillahilhamd. Kabut pagi menyelimuti daerah kota Taipei sekitaran pukul 7 yang diiringi dengan takbiran hari raya Idul Adha tahun ini. Sebuah laporan dari salah satu masjid Taipei berikut, tidak bisa mengambarkan secara keseluruhan betapa sebuah kerinduan akan takbir hari raya tanpa batas waktu dan ruang yang ada di Indonesia, sedangkan di bagian kecil Taiwan , masyarakat Indonesia tetap masih bisa merasakan keceriaan yang ‘kecil’ di hari raya Idul Adha 1432 H. Banyak masyarakat Indonesia, Taiwan serta Internasional berbondong-bondong menuju Masjid Besar Taipei di pagi itu. Masyarakat Indonesia yang di dominasi oleh para pekerja dan juga mahasiswa saling bersilaturrahim disana.
Sebelum shalat Ied, ceramah dilakukan dengan menggunakan bahasa mandarin yang mana dengan mengunakan medium bahasa mandarin, muslim Taiwan juga mendapatkan inti dari ceramah hari raya, walaupun audiencenya juga dari berbagai bangsa seperti Gambia, Pakisatan, Afghanistan, Arab Saudi, Yaman, Turki, China, Jepang dan masyarakat Internasional lainnya yang tidak bisa berbahasa mandarin turut mendengarkan ceramah tersebut. Setelah shalat Ied, ceramah disampaikan dalam Bahasa Indonesia. Inti ceramah di pagi itu adalah mengenai qurban, namun kemudian topik ceramah berubah yaitu akan pentingnya shalat. Penceramah menekankan bahwa ibadah shalat merupakan identitas kita sebagai muslim dan untuk mendekatkan diri kepada Yang Maha Pencipta. Karenanya shalat merupakan interaksi seorang muslim kepada Allah dan Allah akan mengabulkan juga doa kita jika kita dekat denganNya.
Ceramah berakhir dan di tutup dengan doa. Kemudian semua bersalam-salaman. Terasa sangat tampak kerinduan antar sesama masyarakat Indonesia saat mereka saling berjabat tangan, tampak semangat Idul Adha dan juga silaturahim yang telah lama tak tersambung akibat kesibukan pekerjaan ataupun kuliah.
Dimana ada restaurant Indonesia atau restaurant halal di sekitaran masjid Taipei menjadi penuh oleh masyarakat Indonesia. Sambil menyantap hidangan yang ada, mereka yang telah lama tak berjumpa maka saling menceritakan banyak hal. Suasana itu untuk menghilangkan sedikit kerinduan akan Idul Adha di kampung halaman.
Pembagian qurban dilakukan setelah shalat dzuhur. Selain kaum yang diprioritaskan mendapat qurban ada juga bagian bagi mereka yang butuh daging qurban dengan cara meminta bagian menurut porsi yang panitia kurban sediakan. [Gunar]


