Kelompen Capir dan Reformasi Ide
Written by FORMMIT Monday, 27 June 2011 23:10
Ingatkah Anda dengan kelompen capir? Bagi generasi 80-an pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah ini, suatu program politis yang fenomenal dan luar biasa. Kelompen capir adalah kepanjangan dari kelompok pembaca, pendengar, dan pemirsa dengan tokohnya waktu itu adalah Harmoko, sang Menteri Penerangan. Program ini mempertemukan kelompok petani, nelayan, dan pekerja pedesaan yang memiliki prestasi untuk diadu dalam level kabupaten sampai level nasional. Kebanggaan sebuah kelompok yang berhasil memenangi kelompen capir biasanya selaras dengan kondisi pertanian, peternakan, maupun perikanan di wilayahnya.
Lalu, ada apa dengan kelompen capir yang ada di Bumi Formosa beberapa waktu lalu? Yup, hari itu tepatnya tanggal 26 Juni 2011 FORMMIT dibawah Departemen Keilmuan mengadakan acara kelompen capir perdana yang dilaksanakan di Mesjid Chungli. Pada dasarnya konsep acaranya adalah sama yaitu adu pengetahuan antara beberapa kelompok, namun bedanya yang dikompetisikan disini bukanlah materi pertanian, perikanan, ataupun peternakan, melainkan materi agama (85%) dan umum (15%). Kegiatan ini merupakan sebuah reformasi ide yang dibuat FORMMIT untuk syiar Islam dalam rangka meningkatkan tsaqofah bagi mereka yang berada di Taiwan.
Sesuai dengan temanya “Evaluasi diri melalui kompetisi”, acara ini mampu me-refresh dan mengukur sejauh mana ingatan para peserta akan pengetahuan Islam yang telah diperolehnya pada masa lalu. Sebanyak 10 kelompok beradu dalam kompetisi ini. Setiap wilayah mengirimkan perwakilannya mulai dari Utara, Tengah, hingga Selatan Taiwan (Keelung, Taipei, Chungli, Taichung, Chiayi, dan Tainan).
Pada babak pertama, ada Kelompok Semangka dari Taichung (Perwakilan AsiaU-FORMMIT Tengah), Kelompok Anggur dari Keelung, dan Kelompok Lychee dari Tainan. Babak pertama ini kemudian dimenangkan oleh Kelompok Anggur yang dipimpin oleh Pak Adi Permadi. Babak kedua terdiri dari Kelompok Air (tim gabungan FOSMIT dan FORMMIT UTADA), Kelompok Aqua dari Chungli, dan Sakura (perwakilan PCI-NU). Babak kedua ini dimenangkan oleh Kelompok Sakura, yang digawangi oleh Mbak Ani dari Taipei. Lalu, di babak ketiga ada Kelompok Chikom dan Laskar Chiayi dari Chiayi, serta Kelompok Es Campur dan Kelompok Burung Dara dari FOSMIT. Babak ketiga dimenangkan oleh kelompok Laskar Chiayi, yang dipimpin oleh Mas Udin.
Setelah break sesaat, ...
babak final pun dimulai. Babak final ini berlangsung seru karena setiap kelompok semakin semangat untuk menjadi yang terbaik. Pertanyaan demi pertanyaan dijawab dengan antusias. Ada yang bisa terjawab dengan mudah, ada yang tak terjawab, ada pula yang menjawab padahal pembaca soal belum selesai membacakan soalnya sehingga pesertapun sempat bingung mau menjawab apa. Ajaibnya, jawaban yang dilontarkan ternyata betul.
Dari sekian soal yang diberikan, soal agama meliputi materi tentang akidah, fiqih, silsilah nabi dan rasul, dan lainnya. Sedangkan soal umum meliputi pengetahuan umum baik itu tentang nama tokoh, nama tempat, singkatan, dan lainnya. Salah satu contoh soal umum ini misalnya “Berasal dari manakah minuman bajigur?” Jika Anda adalah orang Jawa Barat, tentu tau jawabannya.
Setelah melalui pertarungan yang sengit, akhirnya babak final ini dimenangkan oleh Tim Anggur (Pak Adi dkk) dari Keelung sebagai juara 1, kemudian juara 2 diraih oleh kelompok Sakura (Mbak Ani dkk), sedangkan juara 3 diraih oleh Laskar Chiayi (Mas Udin dkk). Hadiahnya adalah piala, medali, sertifikat, dan sejumlah uang yang diserahkan oleh tim juri, yaitu Pak Udin Harun dan Kahlil (Sekjen FORMMIT), serta ketua pelaksana Pak Agus Putra. Esensi dari kegiatan ini adalah me-refresh kembali ingatan kita akan pengetahuan dasar keislaman yang mungkin sudah lama terkubur karena kesibukan memikirkan kuliah, tesis, disertasi, pekerjaan, dan kesibukan lainnya.
Tak sekedar soal dan hadiah yang disuguhkan dalam acara ini, namun ilmu yang dapat dipetik serta silaturahim yang terjalin. Semoga adanya kegiatan ini dapat memotivasi kita untuk terus mengevaluasi diri dan meng-upgrade pengetahuan keislaman kita serta menyampaikannya pada yang lain.
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang berilmu beberapa derajat”. (Al-Mujaadilah:11)
Wallahua'lam. [Media/aRn]


