- reset +
Open Panel
Home
HOME - Programs - FORMMIT Events - Tabligh Akbar bersama H. Qomar

Tabligh Akbar bersama H. Qomar

Keterbatasan tak seharusnya menjadi penghambat kesuksesan, namun justru hal itu adalah tantangan agar kita terpacu untuk berusaha lebih keras lagi dan terus berjuang untuk menghasilkan karya yang lebih baik lagi. Ya, setidaknya itulah pelajaran yang dapat diambil dari rekan-rekan IMDAT (Ikatan Muslim Darma Ayu Taiwan) yang telah berhasil melaksanakan acara Tabligh Akbar pada Hari Minggu, 15 Mei 2011 bertempat di Junior High School No. 258 Li Xing Rd, Taichung City. Acara Tabligh Akbar ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, yang kali ini mengusung tema “Teguhnya Iman dalam Bingkai Islam” dan terselenggara atas kerjasama IMDAT, KMIT dan IMIT.

Pagi itu, hujan turun membasahi bumi Taichung. Namun kondisi tersebut tak menyurutkan langkah-langkah panitia untuk terus bergerak mempersiapkan acara agar tetap berjalan sebagaimana mestinya. Semangat itu terpancar dari wajah-wajah para panitia. Hujan pun tak menjadi alasan bagi para pencari ilmu (peserta Tabligh Akbar-red) untuk terus melangkah menuju majelis ilmu itu. “Mencari ilmu dan bersilaturahim jauh lebih indah daripada sekedar berleha-leha di tempat tidur”, kata salah seorang pencari ilmu itu.

Acara dimulai pukul 10.40, dengan dibuka oleh Kang Abas dan Mbak Nana sebagai MC. Belum banyak peserta yang datang, namun hal itu tak membuat panitia untuk terus mengulur waktu dimulainya acara. Acara dimulai dan roda susunan acara pun berjalan lancar. Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah peserta Tabligh Akbar pun semakin banyak. Saudara-saudara dari berbagai wilayah mulai dari Utara hingga Selatan berbondong-bondong datang ikut meramaikan majelis yang penuh kehangatan ini.

Acara pra inti diisi dengan penampilan seni dari berbagai perwakilan wilayah. Penampilan seni dari IMDAT, MTYCIT, IMIT, FKKBWIT, FOSMIT, IWAMIT, IPIT, MTYT mewarnai acara Tabligh Akbar hari itu. Tak ketinggalan pula penampilan drama oleh tim drama IMDAT Taichung yang dibawakan oleh Mbak Teni dkk. Drama ini mengisahkan tentang seorang gadis yang merantau ke Negeri Formosa untuk mencari rezeki. Dalam perjalanannya, terjadi perubahan kepribadian dari diri sang gadis, dimana nilai-nilai keislamannya sudah mulai luntur akibat pengaruh lingkungan. Drama ini mengingatkan kita untuk senantiasa berusaha menjaga nilai keislaman agar tetap melekat dalam diri, tak lekang oleh waktu dan zaman.

 

Kisah dalam drama ini juga mengingatkan kita agar tak lupa menyedekahkan harta di Jalan Allah. Nabi bersabda: “Obatilah orang-orang yang sakit dari kalian dengan sedekah. Sesungguhnya sedekah itu dapat meredam murka Allah, dan menolak kematian yang buruk” (HR Tirmidzi). Nabi juga bersabda, al-shadaqah tadfa’ul bala’ (sedekah itu meredam bencana). Kenapa? Karena sedekah adalah energi positif yang menggulung energi negatif.

 

Setiap sedekah menciptakan banyak peluang kebaikan, baik terhadap diri maupun lingkungan sosialnya. Kebaikan sedekah akan dipantulkan kembali kepada pelakunya dalam beragam bentuk, apakah itu kesucian jiwa (hatinya bebas dari rasa kikir), sembuh dari penyakit, maupun bertambahnya harta itu sendiri secara fisik. Sedekah menyembuhkan penyakit karena energi kebaikan sedekah akan diangkat ke langit dalam bentuk doa-doa penerimanya dan dipantulkan kembali ke bumi kepada pelakunya.

Selepas ISHOMA, memasuki acara inti acara dibuka kembali dengan lantunan ayat suci Al Qur’an. Setelah itu, sambutan dari Ketua IMDAT, Imam Mesjid Taichung, dan perwakilan KDEI yang disampaikan oleh Bapak Suhirto. Dalam Tabligh Akbar kali ini juga dilakukan pelantikan pengurus baru KMIT, FORMMIT, dan IMIT. Semoga pengurus baru yang akan bertugas melanjutkan roda dakwah di Taiwan ini dapat menjalankan amanahnya dengan dengan baik.


Pada puncak acara, Bapak H. Qomar, yang juga merupakan anggota DPR RI Komisi X Bidang Pendidikan menyampaikan materi tentang istiqomah. Istiqomah berarti berpendirian teguh atas jalan yang lurus, berpegang pada akidah Islam dan melaksanakan syariat dengan teguh, tidak berubah dan berpaling walau dalam keadaan apapun. Beliau juga menyampaikan bahwa dalam bekerja kita harus melakukannya dengan sepenuh hati, agar hasilnya pun tidak setengah-setengah. “Harus all out!”, begitu katanya.


 

 

Gaya penyampaian H. Qomar yang menarik serta diselingi candaan membuat para jamaah terlihat sangat antusias dalam mendengarkan ceramah. Terakhir, beliau berpesan bahwa kehidupan kita tergantung dari shalat yang kita tegakkan. Jadi, mari jaga dan tingkatkan kualitas shalat kita. Wallahu’alam.[FORMMIT/aRn]


 

Add comment


Security code
Refresh