- reset +
Open Panel
Home
HOME - Programs - FORMMIT Events - Ukhuwah Cup of Tea

Ukhuwah Cup of Tea


19 Desember 2010, Lounge Dorm 1, NTUST

“Secret”…tema yang sengaja disembunyikan oleh muslimah yang bertugas pada UCup*(baca Ukhuwah Cup of Tea) kali ini membuat rasa penasaran. Benar saja, suguhan beberapa film yang menggambarkan karunia Allah mengantarkan atmosfir yang berbeda. Dari cacatnya seorang Michael yang dihargai oleh Michael sendiri sebagai bukan keterbatasan dirinya, malah merupakan inspirasi bagi dirinya untuk melakukan hal yang sama dengan orang lain, juga inspirasi bagi orang lain untuk berbuat lebih dari dirinya, hingga semangat yang diberikan oleh seaorang kakek tuli kepada muridnya “Yes, we are deaf we are different, but why don’t we make us the same with others” untuk bermain musik dengan harmoni yang natural, walaupun mereka berdua hanya dapat merasakan abstraknya musik.

Gambaran film-film di atas, sebenarnya deskripsi yang tak jauh dari realitas hidup kita, kita yang kadang mengeluh, berputus asa, pasrah tanpa usaha menghadapi problema hidup, membuat kita menjadi manusia kecil juga kerdil, yang menggelapkan karunia besar Allah SWT atas diri kita. Seperti kutipan surat Az zumar ayat 53.

[39:53] Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa1315 semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ayat di atas mengajak kita untuk tidak berputus asa dari apapun bentuk karunia Allah SWT karena Manusia itu telah diciptakan dengan keunggulan dan juga keterbatasannya masing-masing. Segala usaha, syukur serta keikhlasanlah yang harus kita isi dalam keterbatasan tersebut, karena hidup itu simple, sebegitu sederhananya sehingga “It is better to savor the coffee rather than just the cup”. JJJ

 

Di akhir kajian, mbak Yuli sebagai ketua geng panitia yang bertugas memimpin games. Games yang unik, menebak satu hingga dua kata hanya dengan body language dari muslimah yang lainnya. Satu muslimah bertugas menebak sementara yang lainnya berusaha mendiskripsikan kata yang tertulis pada kertas yang disiapkan panitia. Walaupun kata yang harus ditebak dalam bahasa inggris dan “beribet euhh”, tapi games berlangsung cukup meriah dan attraktif, pesan-pesan yang berkaitan dengan tema kajiannya pun tersampaikan.

Note : Terima kasih untuk panitia muslimah yang bertugas Amalia-Maya-Yuli-Asri dan siap-siap bertugas untuk panitia selanjutnya Erma-Nurul-Tyas-Dewi. Tetap semangat dan istiqomah saudariku.

[Brianti-Media Formmit Utaratu]

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh