- reset +
Open Panel
Home
HOME - Programs - FORMMIT Events - Semarak Idul Adha FORMMIT UTARA 1

Semarak Idul Adha FORMMIT UTARA 1


Meja kayu yang sedang tidak ingin kosong, hamparan permadani tikar-tikar penyejuk hati, dan udara malam yang bersahabat, membuat kita berkumpul dengan cepatnya di plaza tempat kampus NTUST, 20 November 2010. Samar-samar terasa kehangatan itu yang sumbernya dari godaan nakal arang dan pemanggang untuk bakar sate. Tambah meresapi dengan aroma aneka masakan hangat yang tak terelakkan. Namun jika kau tengok lagi Kawan.., kehangatan bukan dari itu semua, melainkan dari ukhuwah yang terjalin ini.

Acara dimulai pukul 19.15 dengan kami duduk melingkar, dipandu oleh pembawa acara Ario Muhammad. Diawali dengan tilawah oleh Hadziq Fabroyir yang sungguh khidmat. Berturut-turut dilanjutkan dengan sambutan oleh Koordinator kegiatan Idul Adha FORMMIT Utaratu (Sigit Tri Wicaksono), lalu pengarahan dari ketua FORMMIT Utaratu (Junaidillah Fadlil). Dilaporkan bahwa sejumlah 522 tusuk sate siap untuk diserbu bareng, dan dengan 'anjuran sehat' yaitu maksimal ambil 5 dahulu di awal supaya semua yang hadir dipastikan kebagian untuk mencicipi :) Selain itu, diumumkan juga bagi anggota yang belum bergabung di milist FORMMIT Utaratu supaya bisa segera mendaftar. Ini penting agar tidak ketinggalan info akan kegiatan dan agenda menarik yang diadakan oleh FORMMIT Utaratu, termasuk acara BBQ kali ini.

Masuk ke inti acara yaitu Tausiah dari Ust. Samsuri. Beliau memaparkan tentang kisah tauladan dari Nabi Ibrahim seperti dijelaskan dalam Q.S. 37:102-106. Dari kisah ini dapat dipetik pelajaran bahwa tidak selamanya aturan agama ada dalam akal pikiran. Kemudian Beliau juga menceritakan tentang kisah perjalanan Nabi Khidir dan Nabi Musa dimana setiap tindakan Nabi Khidir dianggap aneh dan membuat Nabi Musa terperanjat, namun akhirnya Nabi Musa sadar hikmah dari perbuatan yang dikerjakan oleh Nabi Khidir. Terakhir, Beliau menceritakan tentang cobaan kesabaran untuk Nabi Ayyub dimana Nabi Ayyub berhasil mengalahkan godaan Syaitan. Ust samsuri menutup tausiah dengan pesan moral yang tegas disampaikan bahwa 'Islam bukan membenci harta benda, melainkan membenci orang yang menjadi budak harta.'

Acara ditutup dengan doa dari Ust. Udin Harun dan ramah tamah. Beraneka menu mulai dari gulai kambing, sate kambing goreng, ayam goreng, bihun, kering tempe, balado daging sapi, bakwan, sampai ketela goreng sungguh menjadi tombo kangen akan menu hari raya kurban di tanah air. Tidak cukup itu, ditemani teh manis hangat, aktivitas membakar sate jadi penuh keceriaan walau di balik gumpalah asap. Sangkingterharunya sampai ada yang tidak sadar bahwa satenya masih setengah matang dan sudah menganggapnya sangat mak nyus enaknya. ^_^

Acara berakhir pukul 22.00. Bersama-sama membersihkan meja dengan senjata kotak bekal :D. Alhamdulillah, puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat yang kami peroleh malam ini. Semoga ukhuwah ini tetap kuat terjaga ikatannya. Amin ya rabbal alamin.

(by: Raras, Media formmit utaratu,Taipei)

 

Add comment


Security code
Refresh