- reset +
Open Panel
Home
HOME - Programs - FORMMIT Events - Wajah Baru “Taipei Cultural Mosque”

Wajah Baru “Taipei Cultural Mosque”

Wajah Baru “Taipei Cultural Mosque”

 

Setelah sekitar 6 bulan ditutup untuk di renovasi, akhirnya Taipei Cultural Mosque atau yang oleh orang Indonesia di Taiwan biasa di sebut dengan masjid kecil dibuka kembali dengan wajah baru. Warna hijau yang dulu membalut seluruh dinding luar masjid, kini berubah menjadi putih, tampak lebih megah dan modern. Sabtu, 24 April 2010 secara resmi, masjid dinyatakan di buka untuk umum. Acara peresmian dihadiri oleh sekitar 100 orang yang mayoritas muslim local Taiwan. Hadir juga perwakilan dari beberapa Negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand dan muslim Afrika yang ada di Taiwan. Tak ketinggalan presiden baru FORMMIT Agus Andria, bersama dengan gubernur Utaratu yang baru Junaidi Fadil juga hadir bersama beberapa anggota FORMMIT lainnya. Acara yang dimuali sejak pukul 10 pagi ini menghadirkan 7 orang penting untuk memberikan sambutan, yaitu 2 orang dari Taiwan Government, Malaysian Council, KDEI Indonesia, dan 3 orang dari pejabat CMA (Chinese Moslem Association).

Sedikit sejarah tentang Taipei cultural Mosque, masjid ini di bangun pada tahun 1950 oleh seorang imam dari mainland china yang bernama Chuang Tze Wen. Masjid ini sebagai cabang dari masjid yang ada di china, yaitu cultural mosque (文化清真寺), sehingga ketika di bangun di Taipei maka namanya adalah台北文化清真寺 (Taipei Cultural Mosque). Ini merupakan satu satunya masjid di Taiwan dengan nama cultural (文化). (sumber:Mr. syarif)

Adapun dari sambutan para tokoh tokoh penting tadi, semuanya berharap agar dengan dibukanya kembali masjid kecil (Taipei Cultural Mosque) bisa semakin menghidupkan Islam di bumi Formosa. Leader dari CMA juga berharap masjid ini digunakan tidak hanya untuk local muslim tapi juga muslim dari Negara lain. Mengingat jumlah muslim di Taiwan mayoritas adalah pendatang. Bukan hanya sebagai tempat ibadah tapi juga sebagai tempat pembelajaran islam dan aktivitas aktivitas islami lainnya. Untuk saat ini kegiatan di masjid kecil masih belum bisa dilakukan, karena menunggu perijinan terhadap pihak manajemen masjid kecil. Namun setidaknya mereka sudah mengundang umat muslim di Taiwan untuk turut berperan serta meramaikan masjid kecil tersebut.

(Lilix-Ridho, Taipei)

 

 

Add comment


Security code
Refresh