- reset +
Open Panel
Home
HOME - Programs - FORMMIT Events - Diskusi Warga FORMMIT Utaratu-Utada Bersama Ust. Habiburrahman El-Shirazy

Diskusi Warga FORMMIT Utaratu-Utada Bersama Ust. Habiburrahman El-Shirazy

Taipei [FOMMIT] Adakah yang belum tau apa itu buku atau film Ayat-Ayat Cinta dan Ketika Cinta Bertasbih? Ya, buku yang menjadi best seller di Indonesia, film nya pun laris di bioskop-bioskop indonesia, bahkan pernah diputar juga di Taiwan. Film yang memberi  warna baru bagi dunia perfilman tanah air. Siapakah gerangan sang penulis hebat tersebut? Tak lain dan tak bukan adalah Ust. Habiburrahman El Shirazy.

Kali ini, warga Indonesia di Taiwan berkesempatan untuk bertemu beliau. Mendengarkan ceramah dan berdiskusi dengan beliau. Setelah sempat mampir di Chiayi, Tainan dan Kaohsiung, maka Taipei pun tak ketinggalan kedatangan Ust. Abik.

Pada Senin, 22 Februari 2010 jam 15:30 waktu Taiwan, acara talk show bersama beliau pun digelar oleh FORMMIT Utaratu kerjasama dengan FKKBWIT selaku pihak yang telah mendatangkan Ustadz Abik ke Taiwan. Acara ini dilaksanakan di Taipei Grand Masjeed dan dihadiri sekitar 30 peserta, baik dari mahasiswa maupun pekerja.  Tak ketinggalan Bapak Suhartono dan Pak Pangkuh dari KDEI pun turut berpartisipasi. “Agar Cinta Tidak Menjadi Masalah” menjadi tema diskusi pada sore itu. Tausyiah singkat dari Ust. Abik memberikan wawasan tentang bagaimana islam memandang cinta. Betapa islam menempatkan cinta pada posisi yang mulia, bahkan Islam sesungguhnya adalah agama “cinta”. Allah menciptakan dunia, mengutus nabi Muhammad SAW juga karena cinta.

Lalu bagaimana agar cinta tidak menjadi masalah, hanya satu kuncinya, yaitu dengan mencintai Allah dan RasulNya di atas segala galanya. Mencintai Allah tentu tidak sekedar di bibir, tapi harus dibuktikan dengan upaya untuk mendekat diri denganNYa, melakukan apa yang diperintahkanNya dan menyingkir jauh jauh dari apa yang dilarangNya. Salah satunya dalam Al-Quran tercantum bahwa Allah mencintai orang yang sabar, maka menjadi sabar adalah sebuah keharusan ketika kita memang benar benar mencintai Allah dan juga mengharap cinta dari Allah SWT. Berbicara dalam hal sabar, ada 3 point dimana manusia memerlukan kesabaran, seperti apa yang telah di sampaikan oleh Ust. Abik, yaitu, sabar dalam menghadapi musibah, sabar dalam ketaatan, dan sabar dalam menjauhi maksiat.  Selain sabar masih banyak lagi kunci kunci mendapatkan cinta Allah SWT.

Sesi diskusi tidak dilewatkan begitu saja oleh peserta. banyak pertanyaan disampaikan kepada ustadz baik seputar buku yang beliau terbitkan maupun masalah masalah umum. Kehangatan, kebersamaan dan suasana kekeluargaan terpaksa harus segera diakhiri karena waktu maghrib sudah hampir tiba. Setelah do’a acara pun ditutup dengan sesi foto2 bersama Ust. Abik dan istri. [Lilik Supriyanti]

 

 

Add comment


Security code
Refresh