Kunjungan ke DC Sansia
Written by Wijayanto BS Wednesday, 26 August 2009 00:33
Sansia [FORMMIT] Alhamdulillah hari Selasa (18 Agustus 2009) rencana untuk mengunjungi DC Sansia dengan mengikuti rombongan TAHR akhirnya terlaksana. Sekitar pukul 1 siang, rombongan yang berisi kurang lebih 20 orang dari berbagai organisasi dan dari berbagai negara tetangga (Filipina, Vietnam, Thailand), berangkat menuju DC Sansia dengan menggunakan minibus. Rombongan dari FORMMIT diwakili oleh saya, Pak Hadi Kuntjara, dan Isach Karmiadji.
Kami tiba di DC Sansia sedikit terlambat dari waktu yang dijadwalkan. Sesampainya di sana kami disambut baik oleh para staf DC Sansia. Kami langsung diajak masuk ke dalam ruang meeting di mana di sana telah dipersiapkan dengan baik, dan sudah disediakan kursi dengan masing-masing papan nama para tamu di meja.
Pertemuan diawali dengan perkenalan oleh para petugas DC Sansia. Kemudian kepala petugas DC memberikan preview singkat mengenai DC Sansia. Di sana juga dijelaskan tujuan atau objektif dari DC tersebut, yang di antaranya yaitu, menekan jumlah detente agar lebih berkurang dan berkurang dari hari ke hari, meningkatkan kualitas detente selama di DC, dan berusaha untuk mengembalikan para detente ke negara asalnya dengan segera. Setelah itu acara dilanjutkan oleh diskusi singkat.
Acara kembali dilanjutkan dengan presentasi dari pihak DC Sansia mengenai DC tersebut dan disertai dengan data-data terbaru yang mereka miliki. Per bulan Juli 2009, detente di DC Sansia paling banyak dihuni oleh detente asal Vietnam, disusul Indonesia, Filipina, Thailand, dan negara lainnya. Walaupun diharapkan agar jumlah detente semakin menurun, pada kenyataannya jumlah detente di DC tersebut semakin meningkat. Ada beberapa sebab yg menjadikan hal tersebut terjadi, di antaranya yaitu, fasilitas DC yang cukup nyaman, adanya jalur birokrasi yang terkadang rumit, kesulitan keuangan untuk mengurus kepulangan, dll.
Perlu diketahui bahwa yang berhak memasukkan dan mengeluarkan detente dari DC, bukanlah pihak DC itu sendiri, melainkan arresting officer (petugas kepolisian yang bertugas menangkap orang-orang yang bermasalah). Hal ini lah yang juga menjadi masalah mengapa ada tahanan yang terlalu lama tinggal di DC, karena pihak arresting officer yang "agak sulit" bekerjasama.
Setelah presentasi berlangsung, dilakukan kembali dengan diskusi antara pihak tamu dan petugas DC. Kemudian acara dilanjutkan dengan melakukan tour kecil-kecilan keliling DC. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, di lantai 3 kami menemui para detente wanita. Terbagi menjadi 2 ruangan besar, yaitu ruang A dan B. Tidak ada pemisahan antar warga negara tertentu di sana. Pak Hadi dan Mas Isach melakukan obrolan-obrolan ringan dengan para detente asal Indonesia, sedangkan saya hanya mengamat-amati sarana dan prasarana yang ada di sana.
Kunjungan dilanjutkan dengan mengunjungi lantai 4 di mana para detente pria ditempatkan. Berbeda dengan lantai 3, di lantai 4 detente asal Indonesia dikumpulkan menjadi satu tempat yaitu di ruang B. Hal ini dilakukan dengan alasan latar belakang agama. Selain mengunjungi ruang tahanan, kami juga diajak mengunjungi aula dan sarana olahraga. Tempat pertemuan dengan para keluarga dan teman, dan juga ruang medis, tidak lupa ditunjukkan.
Acara dilanjutkan dengan diskusi bersama pihak petugas DC yang langsung berhubungan dengan para detente. Dan acara terakhir, 10 orang detente asal Indonesia (5 wanita, 5 pria) diberikan kesempatan untuk bertemu dengan kami dan menyampaikan keluh kesahnya. Pada saat itu diketahui bahwa yang paling lama tinggal di DC tersebut telah tinggal lebih dari 8 bulan. Saya berkesempatan mewawancara 2 orang detente wanita, dengan kasus kaburan yang disertai penipuan dari pihak agen ataupun majikan.
Sebelum acara ditutup, pada kesempatan itu pula, FORMMIT yang diwakili kami bertiga memberikan oleh2 kepada detente Indoneisa berupa 6 dus Indomie, kopiko 3 dus, kacang garuda 3 dus, cracker 6 dus, minuman kopi/cereal 6, mukena 4, sarung 1, dan sajadah 3. Mereka tampak senang dengan kunjungan ini, dan berharap agar masalah-masalah mereka itu bisa dibantu sesegera mungkin dan kembali menghirup udara kebebasan.
Semoga Allah SWT memberikan kesabaran bagi para detente atas musibah yang diterimanya. Dan semoga Allah SWT juga melipatgandakan sebagian rizki yang teman-teman berikan untuk sedikit membantu saudara-saudara kita di sana. [wijayanto_bs]


