- reset +
Open Panel
Home
HOME - Programs - FORMMIT Events - Delegasi FORMMIT Ikut Ambil Bagian dalam GYLS 2009

Delegasi FORMMIT Ikut Ambil Bagian dalam GYLS 2009

Hsinchu [FORMMIT] Dunia yang begitu dinamis, teknologi nan semakin maju dan globalisasi yang terus menggurita hadirkan peluang dan ancaman tersendiri bagi generasi Islam kini dan masa mendatang. Kemudahan-kemudahan yang dihadirkan, jarak yang tak lagi menjadi penghalang dan batasan negara yang menjadi bias membuat pertukaran ide, ideologi dan budaya semakin mudah. Dan kita, hanya punya dua pilihan, menjadi subjek dari pergulatan alam yang dahsyat dan cepat atau berdiam diri saja menjadi objek bahkan mungkin korban keagresifan pihak lain yang ingin mendominasi.

Menjawab tantangan tersebut serta tak ingin mengabaikan setiap pintu dakwah yang terbuka, tiga pentolan FORMMIT, yakni Isach Karmiadji (Kepala Departemen Syiar dan Pelayanan Masyarakat), Y
uherina Gusman (Gubernur Utara Dua) dan Bunga Primasari (Kepala Biro Media) turut menghadiri 4th Global Youth Leadership Summit yang diadakan di Chung Hua University pada 22-25 Agustus 2009.

Kegiatan yang menyajikan short diplomatic course bagi lebih kurang 150 orang peserta dari 40 negara ini memberikan peluang tersendiri bagi delegasi FORMMIT untuk menjelaskan apa itu Islam. Tidak melalui pemaparan khusus tentunya, namun melalui interaksi yang terjalin selama 4 hari tersebut. Seperti Yuherina Gusman yang berkesempatan memberikan penjelasan mengenai Perang Irak dan Peristiwa pemboman 9/11 kepada seorang delegasi yang menyebut Irak (yang tentunya menjurus pada Islam) adalah Hitler dan membuat blog khusus mengenai Irak selaku teroris. Di akhir diskusi, si pembuat blog berjanji akan merubah nama blognya dan memberikan klarifikasi. Situasi serupa juga dialami Isach Karmiadji ketika dihadapi serbuan pertanyaan tentang mengapa umat muslim harus shalat dan berpuasa serta apa itu poligami. Di pihak lain Bunga Primasari tak kalah sibuknya menangkis bombardir pertanyaan tentang posisi kaum muslimah di Indonesia dan beberapa rule of the games dalam Islam yang bagi banyak orang dianggap sebagai suatu siksaan. Untungnya lagi waktu pelaksanaan bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, jadi semakin banyak peluang yang bisa dimanfaatkan untuk menginformasikan Islam secara benar.

Mencoba menghapus stigma orang muslim berpendidikan rendah dan selalu mengeksklusifkan diri, delegasi FORMMIT turut berperan aktif dalam setiap kegiatan yang diadakan. Bunga Primasari terpilih sebagai perwakilan komite untuk memberikan pidato penutupan, Yuherina Gusman tampil sebagai utusan Swedia dalam debat komite, serta Isach Karmiadji tampil sebagai bagian dari tim deklarasi dari Komite Lingkungan dan sekaligus terpilih menjadi deklarator terbaik.

Ke depannya diharapkan semakin banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk mewujudkan visi FORMMIT selaku institusi penggerak dakwah. [yuherince_kuku]

 

 

 

Add comment


Security code
Refresh