|
Written by mediaFORMMIT
|
|
Thursday, 10 June 2010 19:58 |
|
Tentang hadis Ummu Waraqah sendiri --yang diriwayatkan berbagai imam-imam ahli hadis antara lain Imam Abu Dawud, Ahmad (Kitab Musytak), Al-Hakim (Al-Mustadrak), Ad-Daaru Qutni (Al-Mu'jam al Kabir) dan lain-lain -- ada dua versi. Di dalam riwayat Abu Dawud misalnya, benar Ummu Waraqah itu minta kepada Rasulullah SAW untuk ditunjuk seorang muadzin. Nabi SAW kemudian menyuruh Ummu Waraqah untuk menjadi imam bagi penghuni rumahnya. "Jadi, dalam hal itu adalah antaumma ahla daariha (agar ia menjadi imam bagi para penguhuni rumahnya-red)," ujar pakar hadis, Prof KH Ali Musthafa Ya'kub.
|
|
Read more...
|
|
|
Written by mediaFORMMIT
|
|
Thursday, 10 June 2010 19:57 |
|
Imam perempuan, bukan baru kali ini dijadikan kontroversi. Rencana Raheel Reza, perempuan asal Kanada untuk menjadi imam shalat Jumat di Oxford menyingkap kembali ingatan soal kontroversi serupa yang pernah disulut Amina Wadud. Di tahun 2005, profesor wanita studi Islam di Virginia Commonwealth University ini menggelar shalat Jumat yang juga tidak wajar.
|
|
Read more...
|
|
Written by mediaFORMMIT
|
|
Wednesday, 09 June 2010 20:12 |
|
Sambungan dari tulisan pertama.
3. Nusayba binti Harith Nusayba binti Harith Al Ansari hadir sebagai sosok lain. Ia merawat para prajurit terluka. Ia juga seorang tabib khitan. Masa pun berjalan. Pada abad ke-15, seorang ahli bedah dari Turki, Serefeddin Sabuncuoglu (1385-1468), penulis karya tentang bedah, Cerrahiyyetu'l-Haniyye. Dia tak ragu menggambarkan secara terinci mengenai prosedur gineologi atau menggambarkan perawatan terhadap pasien perempuan.
|
|
Read more...
|
|
|
Written by mediaFORMMIT
|
|
Wednesday, 09 June 2010 20:09 |
|
Panggung peradaban Islam, tak hanya dominasi laki-laki. Perempuan, muncul pula memberikan kontribusi. Mereka, menunjukkan kecemerlangan pemikirannya dalam beragam bidang. Hal ini, telah bermula sejak zaman Nabi Muhammad dan para sahabatnya saat merintis masyarakat berperadaban. Salim T S Al Hassani, profesor emiritus di University of Manchester, Inggris, dalam tulisannya, 'Women's Contribution to Classical Islamic Civilisation: Science, Medicine and Politics', menyatakan, selain dalam bidang agama mereka juga berkiprah di bidang ilmu pengetahuan. Sejumlah perempuan memiliki kemampuan dalam bidang medis.
|
|
Read more...
|
|
Written by mediaFORMMIT
|
|
Tuesday, 16 March 2010 21:14 |
|
Dan jika seseorang di zaman itu diberi kabar kelahiran anak perempuan, jadilah hitam mukanya, dan dia sangat marah (QS an-Nahl(16):58)
Muqaddimah
Dalam perjalanan haji wada’ (haji perpisahan, haji terakhir), saat Nabi Muhammad saw tengah menunggang kuda dan tangannya memegang cambuk, datang seorang pria yang hendak menyampaikan pengaduan. Manusia agung itu mempersilakan.
“Bertahun-tahun lalu,” lelaki itu mulai bercerita, “sebelum Islam jadi anutanku, aku dan Thariq bin Marqa’ ikut dalam sebuah pertempuran. Thariq sangat membutuhkan tombak. Ia berseru, ’Adakah yang bersedia memberiku tombak untuk bertempur? Aku akan memberinya imbalan setimpal.’ Aku mendekatinya dan menanyakan apa imbalan yang ia janjikan. ’Jika anak perempuan pertamaku lahir, aku akan membesarkannya untukmu.’ Aku terima tawarannya, dan aku berikan tombakku kepadanya.”
“Demikin tahun-tahun pun berlalu,” lanjutnya. “Aku hampir lupa akan perjanjian itu. Beberapa saat lalu aku teringat. Aku tahu Thariq memiliki anak gadis yang tinggal bersamanya. Aku menemui Thariq, mengingatkan janjinya kepadaku dulu. Aku tuntut ia untuk menunaikannya. Namun Thariq ingkar janji. Bahkan ia tanyakan mahar kepadaku. Sekarang, aku mengadukan Thariq kepadamu, ya Rasulallah. Siapa yang benar di antara kami?”
|
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 Next > End >>
|
|
Page 1 of 5 |