Reportase

Liburan Guonien Ala Masyarakat Indonesia di Taiwan

formmit.org – Liburan guonian merupakan waktu yang ditunggu tunggu oleh masyarakat Indonesia di Taiwan, baik yang bekerja maupun yang sedang melanjutkan studi. Pasalnya, saat guonian (lebaran china), seluruh kegiatan akan di non aktifkan alias libur. Tentu saja momen liburan selalu memberikan euphoria tersendiri dengan perencanaan jalan jalan maupun hanya sekedar kumpul bersama teman. Merencanakan liburan dengan kegiatan yang menyegarkan atau mungkin memanjakan diri sejenak menjadi pilihan kebanyakan orang, meskipun ada juga yang mengambil kerja tambahan misalnya dengan membantu laobannya atau mungkin bekerja partime.

Liburan guonian umumnya berlangsung selama satu minggu penuh. Dengan waktu liburan yang cukup lama tersebut  tentu banyak sekali perencanaan mengisi liburan yang telah di siapkan jauh jauh hari. Memanjakan diri sejenak memang sangat diperlukan, namun jika kegiatan untuk memanjakan diri tersebut malah membuat terlena dan kemudian diisi dengan kegiatan yang tidak positif tentulah mengkhawatirkan. Waktu terbuang sia sia, tujuan yang seharusnya menyegarkan diri dengan berlibur untuk meningkatkan produktifitas, malah berujung dengan semakin malas dan efek negatif lainnya. Sungguh disayangkan sekali bukan?! Oleh karena nya merencanakan liburan yang menyegarkan sekaligus juga berkualitas adalah hal penting yang harus dipersiapkan.

Pelatihan Bekam
Pelatihan Bekam

FORMMIT sebagai salah satu organisasi mahasiswa Islam di Taiwan yang digerakkan oleh mahasiswa menyadari hal ini, sehingga sejak jauh hari telah disusun program selama liburan guonian bagi masyarakat Indonesia di Taiwan. Serentak di berbagai wilayah di Taiwan, Formmit melalui formmit wilayah yang terbagi dibeberapa wilayah mengadakan kegiatan untuk mengisi liburan guonian dengan program program yang bersifat peningkatan skill (aqliyah), pembinaan ruhiyah juga sarana menguatkan jasmani (jismiyah). Formmit tengah, sebagai salah satu formmit di wilayah tengah (Taichung dan sekitarnya), menggandeng Imit (Ikatan muslim Indonesia Taiwan) yang memang sebuah organisasi besar di Taichung untuk menyelenggarakan kegiatan dalam rangka mengisi liburan guonian. Kerjasama tersebut kemudian membuahkan hasil beberapa program pelatihan selama 3 hari berturut turut.

Pemilihan hari pelatihan memang sengaja dilakukan di penghujung liburan karena mempertimbangkan di awal liburan adalah waktu bagi masyarakat Indonesia di Taiwan untuk menyegarkan diri dengan mendatangi tmepat tempat wisata di Taiwan. Sehingga waktu kegiatan pelatihan dilaksanakan di tanggal 11, 12 dan 13 februari 2016, yakni pada hari kamis, jumat dan sabtu.  Kegiatan ini menargetkan peserta umum baik BMI (buruh migran Indonesia), mahasiswa dan masyarakat Indonesia umumnya yang berada di Taiwan.

Kegiatan mengisi liburan guonian diawali dengan pelatihan bekam (hijamah) salah satu metode pengobatan yang berdasarkan pada Sunnah Rasulullah. Pelatihan bekam dimaksudkan sebagai sarana untuk mengenalkan metode pengobatan rasul juga memfasilitasi peserta pelatihan dengan memberikan wawasan wirausaha melalui metode pengobatan ini. Melihat perkembangan dunia medis saat ini, banyak orang yang beralih ke metode bekam, sehingga usaha pengobatan dengan metode bekam bisa menjadi salah satu alternatif usaha.

Peserta pelatihan komputer
Peserta pelatihan komputer

Pelatihan bekam disampaikan oleh Syahruramdhani (Mahasiswa keperawatan CTUST, Taichung). Diakhir sesi pelatihan, peserta mencoba langsung bagaimana menjadi seorang pembekam dan juga mencoba khasiat pengobatan dengan metode ini.

Pada hari pelatihan kedua, menghadirkan pembicara dari kalangan masyarakat umum, yaitu pak Ikhwani (salah satu BMI di Taiwan). Materi pelatihan kedua adalah pengetahuan tentang bagaimana menjadi seorang entrepreneur di bidang peternakan ayam. Sebagai salah seorang penggiat peternakan sewaktu berada di Indonesia, pemateri menyampaikan dengan gamblang hal hal yang berkaitan dengan usaha ini, termasuk juga perhitungan ekonominya.

Di hari yang ketiga, materi terkahir disampaikan berkaitan dengan peningkatan skill dalam mengoperasikan dan penggunaan komputer atau laptop. Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa para BMI, hampir semuanya memiliki perangkat laptop, namun penggunaannya hanya sebatas untuk entertainment saja. Berdasarkan obrolan ringan dengan BMI, mereka sangat ingin sekali laptop yang mereka miliki bermanfaat bagi kehidupan mereka, paling tidak mereka tidak ketinggalan informasi atau gagap teknologi. Oleh karenanya, materi pelatihan ketiga yang diadakan oleh formmit tengah mengangkat tema tentang pengoperasian laptop dengan software software di dalamnya.

Peserta pelatihan bisnis peternakan
Peserta pelatihan bisnis peternakan

Karena program pembelajaran ini pada dasarnya adalah agenda rutin dari program yang bernama “Formmit mengajar” yang diadakan setiap bulannya dengan topik yang berbeda. maka bertepatan dengan liburan guonian dan asumsi peserta yang hadir akan lebih banyak, maka dimasukkan lah program formmit mengajar di momen guonian untuk mengisi  pelatihan di hari ketiga. Materi yang disampaikan mengenai Microsoft Exceel dan penerapannya dalam usaha, oleh Fikri Ismail (Mahasiswa bahasa di Fengchia University, Taichung). Pelatihan komputer yang dilaksanakan di hari ketiga tersebut juga bertepatan dengan pertemuan yang ketiga setelah program Formmit Mengajar di launching pada Desember 2015 lalu. Pertemuan pertama dan kedua membahas tentang pengenalan komputer dan materi Mirosoft Word.

Harapannya dari kegiata kegiatan yang bersifat pelatihan ini kepada peserta yang mayoritas adalah BMI, menjadikan mereka berpikir kreatif dengan memanfaatkan materi pelatihan tersebut untuk membuka usaha atau paling tidak mereka memiliki keterampilan yang lebih dibandingkan dengan orang lain. Hal ini sangatlah penting sekali bagi keberlanjutan masa depan mereka, karena tidak selamanya mereka akan berada di Taiwan, sehingga sepulangnya kelak ke tanah air, mereka mampu bersaing dengan usaha/bisnisnya masing masing. (U)

Foto bersama peserta
Foto bersama peserta

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *