News

Laskar ForSel Hadiri Tablik Akbar Yunlin

formmit.org – “Dengan agama, kita akan tetap berharga dihadapan Allah SWT meski sudah meninggal!”. Ustadz Wijayanto, salah seorang ustadz masyur di Indonesia menyampaikan isi ceramahnya di bumi formosa tanggal 11 Oktober 2015 di Yunlin. “Ibaratkan sebuah kaos kaki, kaos kaki yang dimiliki oleh artis Madonna atau Lady Diana akan tetap dihargai dengan harga mahal meski sudah pernah dipakai alias bekas”, ucap Ustad yang lahir di Solo tersebut. “Itulah harga seorang hamba Allah SWT yang memahami dan mengamalkan agama dalam setiap aktivitasnya, siapa saja yang berhubungan dengan Allah SWT maka akan dihargai baik saat di dunia maupun di akhirat. Berharga karena dikaitkan dengan agama Allah”, tambahnya.

Laskar Forsel dalam kegiatan Tabligh Akbar

Hari ini,15 orang kader Forum Mahasiswa Muslim di Taiwan bagian Selatan wilayah Selatan-FORSEL termasuk Gubernur Forsel Anggi L. Wicaksana bersilaturokhim ke Yunlin. Kader Forsel ini jauh-jauh datang dari Tainan, Chiayi, Kaohsiung untuk menghadiri Tabligh Akbar yang diadakan teman-teman Kerukunan Warga Muslim Yunlin Indonesia Taiwan (KWMYIT) bersama Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) dan sejumlah MIT-MIT di Taiwan termasuk Forsel. Ustad Wijayanto sengaja didatangkan langsung dari Jogja Indonesia atas undangan oleh teman-teman Buruh Migran Indonesia (BMI) yang ada di Duolio-Yunlin untuk mengisi Tabligh Akbar dengan tema “Tegakkan Syari’at, Hancurlah Maksiat”. Tabligh Akbar kali ini dihadiri oleh ratusan warga Indonesia dari seantero Taiwan seperti Taipei, Tauyuan, Taichung, Nantou, Zhungli, Tainan, Chiayi, Kaohsiung dll. Mereka semua datang berbondong-bondong, rombongan bis menuju Zhen Dong Elementary, lokasi Tabligh Akbar untuk mengikuti acara yang dibawakan dengan gaya khas santai namun tetap santun.

Kegiatan Tabligh Akbar dibuka oleh kepala KDEI, bapak Arief Fadillah dengan memberikan sambutan dan selamat datang bagi peserta. Beliau sangat mengapresiasi acara ini karena lebih bermanfaat daripada acara musik dan sejenisnya. Dalam sambutannya Pak Arief juga menyampaikan KDEI akan menyelenggarakan pernikahan masal dalam waktu dekat. Selanjutnya, Bapak Krismansyah selaku perwakilan Ketua Keluarga Muslim Indonesia di Taiwan (KMIT)  juga memberikan sambutan tentang pentingnya belajar agama meski berada jauh dari negara asal. Sebelum masuk ke acara utama, seluruh peserta disuguhi dengan alunan banjari, penampilan dari beberapa perwakilan MIT-MIT yang ada di bumi formosa.

Ust. Wijayanto saat memberikan tausyah

Begitu masuk ke acara inti, Ustadz Wijayanto langsung membuat penonton tertawa dengan gaya ceramahnya yang kocak namun mengena. Dari ceramahnya beliau mengingatkan untuk tetap berpegang teguh pada agama dan menjauhi maksiat. Hal ini dikarenakan godaan di negara yang penduduknya mayoritas bukan muslim merupakan tantangan yang berat.  Beliau juga berpesan untuk selalu berdoa sebelum beraktifitas untuk mendapatkan berkah dan pahala dari apa yang dikerjakan serta terhindar dari hal buruk. Sebelum ditutup, Ustadz Wijayanto memberikan nasehat agar jangan lupa dengan orang-orang yang ditinggalkan di Indonesia, terutama bagi BMI yang sudah berkeluarga. “Jangan hanya ingat kerja, tapi juga ingat akhirat”.

Sesi foto bersama Ust. WIjayanto I
Sesi foto bersama Ust. Wijayanto II

Pada jam 16.00 waktu Taiwan, acara akhirnya selesai dan ditutup dengan doa serta foto bersama. Majlis ilmu seperti tabligh akbar ini sangat diperlukan oleh warga muslim di Taiwan untuk selalu berpegang teguh dengan agama islam. Selain itu, menghadiri majlis ilmu merupakan salah satu berkah bagi seorang muslim. Menurut H.R. Muslim, Abu Hurairah ra. ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : “Apabila berkumpul suatu kaum dalam rumah-rumah Allah (masjid) untuk membaca Al Qur’an dan mempelajarinya, maka ketenangan pasti akan turun kepada mereka, rahmat Allah melingkupimereka, malaikat-malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut-nyebut mereka di kalangan makhluk yang ada didekatNya (para malaikat).” Achmad/Aksan-Forsel.

Kader Forsel menyempatkan foto bersama

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *