Kesan Pertama sebagai Muslim di Taiwan
Written by FORMMIT Monday, 04 October 2010 07:07

Cerita berikut memaparkan kesan pertama saya menginjakkan kaki sampai saat ini (satu bulan) di Taiwan terkait dengan kehidupan Islam di Taiwan atau orang mengenalnya dengan negeri Formosa.
Formosa, kata itu berasal dari bahasa Portugis llha Formosa yang artinya beautiful island atau pulau (Negara) yang indah. Taiwan dengan mayoritas penduduknya cenderung tidak memiliki agama yang pasti, sungguh keberadaan Islam di Taiwan menjadi hal yang sangat luar biasa menurut saya. Dengan metode penyebaran melalui para TKI (Tenaga Kerja Indonesia dan Tenaga Kerja Intelektual) (maaf sebelumnya bukan berarti ‘TKI’ tidak intelek tapi ini adalah penyetaraan yang dibuat bahwa kita semua orang Indonesia tidak ada perbedaan baik pekerja maupun pelajar dengan sama-sama dipanggil TKI kita semua adalah orang Indonesia, boleh dianggap serius boleh juga untuk candaan belaka J) ini adalah sebuah kebetulan yang tidak bisa juga dianggap sebagai kebetulan karena semua telah ada “garis kehidupan Islam” dari Allah untuk tetap “memenangkan” agama Islam.
Muslim atau Islam, ya, kata itu sangatlah asing bagi penduduk Taiwan. Kita semua umat muslim menjadi “artis” di sini terutama para akhwat. Bagaimana tidak, mereka bingung melihat di panas terik matahari para akhwat tetap memakai jilbab, tidakkah mereka kepanasan dan kegerahan?? (kurang lebih itulah yang ada dalam pikiran mereka). Tidak hanya itu ketika kita sholat berjamaah di ruangan terbuka tak sedikit orang yang “mononton” kita yang sedang sholat, ketika salam, lho ko banyak orang di belakang yang melihat kita kan bukan lagi ngelenong, he.. Ini adalah salah satu metode penyebaran Islam secara tidak langsung kepada mereka. Kita berusaha memperkenalkan Islam sehalus mungkin tanpa ada ‘cacat’ sedikit pun. “melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Nya, itulah cara terhalus yang bisa kita lakukan untuk menyebarkan agama kita (menurut pikiran saya) betapa kuat dan indahnya toleransi Islam, bahkan kepada umat lain sekalipun. Hilangkan kata “teroris dan radikalisme” Islam dari mind set mereka karena kenyataannya kita umat muslim bukanlah seorang teroris atau pembuat kerusuhan di dunia.
Ada beberapa hal sulit yang saya alami ketika berada di Taiwan. Hal tersulit yang saya alami ketika berusaha menjadi muslim di negeri ini adalah, pertama mengenai makanan halal, kedua mengenai bagimanakah menjelaskan Islam ketika ditanya apa itu solat kenapa harus solat,ko sering kali solatnya dan lain-lain,
Mengenai makanan halal, jujur saja kalau tidak ada senior di universitas, saya belom bisa memastikan kalo makanan yang saya makan tidak mengandung Zhū ròu ( 豬肉 ) atau yang lain yang tidak boleh dimakan umat muslim meskipun sekarang pun masih agak bingung mengenai makanan itu, tapi jauh lebih mengerti jika dibandingkan pertama kali datang. Alhamdulillah sudah ada web yang berisi banyak sekali panduan (guidelines) tentang makanan halal http://formmit.org/halal-food-in-taiwan.html, http://tainanhalal.wordpress.com/, dan panduan lain di web tersebut. Semoga untuk yang satu ini kita semua tidak serta merta ketika lapar kita makan saja semua tanpa pikir panjang. Kita punya rule atau aturan yang harus kita patuhi.
Hal yang kedua adalah ketika disuruh menjelaskan tentang Islam terutama solat dan yang lainnya. Sebetulnya ini adalah masalah pribadi karena tidak semua orang mendapat pertanyaan itu tapi kenyataannya memang sangat sulit untuk menjelaskan,pertama kita tidak terbiasa menjelaskan dengan bahasa inggris dan kalaupun bisa, akan sangat sulit bagi mereka untuk mengerti (orang mereka juga bingung dengan bahasa inggris, hehe..). Ada hal yang perlu diperhatikan dan dijelaskan lebih jelas (detail) ketika ditanya tentang dzuhur, asar, maghib, isya, dan subuh. Mereka akan mengira itu adalah nama Allah (tinggal bilang aja bukan) tapi kalau kita menjelaskan lebih lanjut bahwa Allah punya asmaul husna (99) maka kita harus diikuti dengan menjelaskan bahwa Allah kita satu tapi namanya banyak (itu sederhananya) karena mereka akan mengira Tuhan kita ada 99 juga (ini akan berbahaya sepertinya).
Ada 1 hal lagi,tentang masjid atau tempat solat. Jujur, selama 1 bulan ini saya tidak pernah solat jumat, bukan males tapi jauh sekali kalau harus ke Tainan dari chiayi untuk solat jumat sedangkan saya juga ada kelas sekitar jam 1.30 pm. Mungkin ada saran dari pembaca tulisan ini bagaimana biar kami(karena tidak hanya saya) bisa melaksanakan solat jumat tanpa ada hambatan, insyaAllah dan mudah-mudahan ada jalan. Kami laskar chiayi memiliki wacana untuk “mendekati” rektor/presiden NCYU untuk diberi satu saja ruangan untuk tempat kami solat berjamaah kalau sedang di kampus, amin.
Tulisan singkat ini khususnya dari saya dan umumnya dari laskar Chiayi (Sebutan Mahasiswa Muslim di Chiayi) ditulis dengan tujuan semoga kita selalu tetap dalam lingkaran agama kita sehingga diharapkan ketika semakin banyak muslim maka lingkaran akan semakin kokoh. Karena pada dasarnya kita tidak masuk surga sendirian, Allah akan bertanya tentang sudara kita dan jika kita tidak bisa mempertanggungjawabkan maka hilanglah sudah kesempatan untuk meraih nikmat akhirat. Untuk para pemula yang jauh dari orang tua, satu-satunya cara adalah sering berkumpul dengan saudara satu Negara untuk mengobati rindu, karena akan sangat tertekan jika kita terisolasi dari lingkungan.
by : Nurwenda Novan Maulana atau 陸偉成(Lù-wěi chéng)
program master microbiology,immunology,and biopharmaceuticals NCYU.



Comments
Waalaikumsalam, mbak Maria Ulfa, universitas apa?, ada banyak mahasiswa/i Indonesia di Hualien terutama Dong Hwa University, saya pikir karena tahun ini jatuh pada hari Ahad, akan ada shalat Ied bersama di Hualien atau bersama-sama menuju Taipei. Apa mbak Maria Ulfa sudah bertemu teman-teman mahasiswa Indo di sana?
saya maria mahasiswa UMY jogja yg sedang melakukan pertukaran pelajar di hualien,taiwan bersama teman saya selama 1bln . apakah anda bisa memberi info kepada saya bagaimana kami bisa melakukan sholat idhul adha bersama kalian smua ? boleh mnt tlg hubungi kami di nomer 0981681370
Aminn, terima kasih supportnya, Yoessy.
Salam kenal ya pak, mudah2an kita senantiasa istiqomah di bumi Taiwan ini.
RSS feed for comments to this post