Buka Bersama dan Suksesi IWAMIT
Written by FORMMIT Monday, 07 September 2009 13:21

Kaohsiung [FORMMIT] Pada hari Ahad, 6 September 2009, bertempat di Rumah Makan Pak Zaenal Abidin, telah dilaksanakan pergantian tampuk kepemimpinan di tubuh IWAMIT (Ikatan Warga Muslim Indonesia di Taiwan). Acara yang dibalut sepaket dengan acara buka puasa bersama tersebut dihadiri oleh 38 orang dari berbagai forsil (forum silaturahmi) di sekitar Kaohsiung, termasuk 8 orang perwakilan FORMMIT yang dikomandani oleh Gubernur Selatan FORMMIT, Danuwendo Arief S.W.
Acara dibuka dengan sambutan dari Ketua IWAMIT, Mas Hariyanto, yang pada saat itu mengingatkan semua hadirin akan pentingnya peran IWAMIT, yakni sebagai lambang pemersatu ummat dan sebagai wadah dalam berdakwah, terutama di wilayah selatan Taiwan. Karenanya, keberadaan IWAMIT sebagai sebuah organisasi adalah suatu keniscayaan. Mas Hariyanto yang akan segera kembali ke tanah air dalam waktu beberapa bulan lagi ini, mengharapkan agar ketua IWAMIT yang baru dapat membawa IWAMIT menuju ke arah yang lebih baik.
Selanjutnya, musyawarah untuk memilih ketua IWAMIT yang baru pun dilangsungkan. Sebelumnya, digelar sesi testimonial untuk mendengar opini dan testimoni forum terhadap orang-orang yang ingin dicalonkan. Dari sesi tertimonial tersebut didapatkan tiga nama calon ketua IWAMIT, yaitu Pak Misbach, Mas Shodiq dan Mas Sunarto. Setelah bermusyawarah, forum mencapai mufakat untuk memilih Mas Sunarto sebagai penerus tongkat estafet kepemimpinan Mas Hariyanto. Ketua IWAMIT terpilih yang merupakan perwakilan dari Forsil Xiaogang ini mempunyai beberapa visi dan misi yang setahun ke depan ingin diwujudkannya, antara lain supaya IWAMIT bisa lebih merakyat sehingga dapat merangkul banyak SDM di wilayah selatan yang belum tersentuh, serta kaderisasi yang lebih efektif sehingga organisasi ini dapat lebih banyak berkontribusi dalam syi’ar Islam. Semangat yang dikobarkan oleh Mas Sunarto ini semoga dapat menular ke seluruh pejuang Islam di IWAMIT demi tegaknya syari’at Islam di bumi Formosa.
Setelah ifthar, shalat maghrib bersama dan tausiyah oleh Tri Noviantoro, acara diakhiri dengan makan bersama. [bungkil]


