Health

INSTANT NOODLE FACTS

 2. Warna kuning pada mie BUKAN HANYA DISEBABKAN PENAMBAHAN PEWARNA, tetapi senyawa KAROTENOID pada tepung (karotenoid tidak hanya terdapat pada wortel) yang muncul akibat proses pengolahan mie antara lain penambahan garam, pengulenan dan perebusan. Jika tepung belum diolah, maka karotenoid akan terikat pada jaringan matrix terigu, jadi tidak terlihat kuning.

Pada produsen yang sudah mempunyai nama, kontrol dari lembaga pengawas makanan lebih ketat. Akan ditemui tartrazin pada kemasan mie instant. Tartrazin merupakan pengawet makanan dibatasi penggunaannya. Dan produsen harus dapat membuktikan klaim bahwa produk mereka memang aman. Bisa dilihat di INFORMASI NILAI GIZI kemasan mie instant bahwa kandungan Vitamin A sudah memenuhi 50% AKG (Angka Kecukupan Gizi) untuk kebutuhan gizi harian 2000 kalori (masing2 orang kebutuhan kalorinya berbeda). Yang dimaksud dengan Vit. A ini adalah senyawa karotenoid tadi.

3. Kekenyalan pada mie disebabkan dua alasan. Pertama, karena dalam mie ada protein yang jika ditambah air akan membentuk GLUTEN. Gluten ini akan membentuk matriks dengan pati terigu dan ketegaran matriks inilah yang menentukan kekenyalan mie. Alasan kedua, pada mie ditambahkan garam karbonat, ini pun tidak boleh berlebihan karena kalo jika terlalu banyak tekstur mie akan terlalu lembek (nantinya akan membuat mie tidak kenyal) karena garam ini akan membantu pegikatan air ke jaringan matriks terigu.
Jadi, kenyalnya tekstur mie bukan karena pengenyal. Memang banyak pengusaha kecil yang nakal, namun untuk produsen/pengusaha besar, kontrolnya dan pengawasannya lebih ketat.

4. TIDAK ADA ZAT LILIN dalam mie. Ketegaran permukaan mie disebabkan adanya gluten yang mencegah kelengketan mie satu sama lain DI DALAM mie.


5. Kelebihan natrium benzoat alias paraben memang tidak baik untuk tubuh, jadi di dalam mie instant yang bermasalah memang sambal, kecap dan bubuk penyedapnya itu. Ditambah lagi dengan adanya MSG (Monosodium Glutamate). Minyak ekstra yang ditambahkan pada kemasan mie instant juga perlu diperhatikan. Ada sumber yang mengatakan bahwa minyak tersebut berasal dari minyak recycle atau bekas menggoreng bawang. Hati2 saja, tidak usah terlalu sering mengkonsumsinya.

6. Mie instant (mie-nya) adalah produk yang cukup tinggi kalorinya (sekitar 460 kalori).  Namun akan menimbulkan bahaya jika terlalu sering mengkonsumsi mie instant berkaitan dengan pola makan kita. Karena seringkali kita mengkonsumsi mie instant dengan hanya penambahan telur saja, mengabaikan sayuran. Inilah yang dapat menyebabkan masalah besar pada saluran cerna kita,  mulai dari usus sampai anus. Analoginya sama dengan ketika kita hanya makan nasi beserta lauk telur atau daging dan kurang mengkonsumsi buah dan sayur. 
Di kemasan mie instant (*mie goreng I**omie) tertulis serat makanannya hanya 10% AKG. Artinya, serat dalam mie instant hanya memenuhi 10 % dari kebutuhan serat harian kita.

7. Yang dimaksud dengan karsinogen adalah senyawa-senyawa yang apabila masuk ke tubuh akan memicu timbulnya sel kanker, misalnya acrylamide yang dihasilkan pada pembakaran sate atau pada pemanggangan roti pada suhu tinggi. Selain itu, bahan pewarna non makanan juga bersifat karsinogenik. Namun belum ada pembuktian bahwa di dalam mie instant ditemukan karsinogen.
Konsumsi mie instant setiap hari akan MENINGKATKAN KEMUNGKINAN seseorang terjangkiti kanker, terutama kanker usus karena kekurangan serat seperti yang telah dipaparkan pada point 6.

 

8. Hal lain yang kurang disadari adalah kandungan minyak dalam mie instant yang dapat mencapai 30% dari bobot kering. Hal tersebut perlu diwaspadai bagi penderita obesitas atau mereka yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

 

9. Selain itu, terdapat pula natrium yang terkandung dalam mie instant yang berasal dari garam (NaCl) dan bahan pengembangnya. Bahan pengembang yang umum digunakan adalah natrium tripolifosfat (a.k.a sodium tripolifosfat atau STPP), mencapai 1% dari bobot total mie instant per takaran saji. Natrium memiliki efek yang kurang menguntungkan bagi penderita maag dan hipertensi. Bagi penderita maag, kandungan natrium yang tinggi akan menetralkan lambung, sehingga lambung akan mensekresi asam yang lebih banyak untuk mencerna makanan. Keadaan asam lambung yang tinggi akan berakibat pada pengikisan dinding lambung dan menyebabkan rasa perih. Sedangkan bagi penderita hipertensi, natrium akan meningkatkan tekanan darah karena ketidakseimbangan antara natrium dan kalium (Na dan K) di dalam darah dan jaringan.

 

10. Sifat karbohidrat dalam mie berbeda dengan sifat yang terkandung di dalam nasi. Sebagian karbohidrat dalam nasi merupakan karbohidrat kompleks (= polisakarida kompleks) yang dapat memberi efek rasa kenyang lebih lama (*karena memiliki transite time lebih lama di usus). Sedangkan karbohidrat dalam mie instant sifatnya lebih sederhana sehingga mudah diserap. Akibatnya, mie instant memberi efek lapar lebih cepat dibanding nasi (*karena transite timenya lebih cepat).

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *