- reset +
Open Panel
Home
HOME - Health and Current Issues - Makanan Sehat, Hidup Berkualitas

Makanan Sehat, Hidup Berkualitas

FORMMIT - Pola konsumsi yang paling penting bagi perempuan berusia 40+ adalah, kurangi makanan berkalori tinggi. Marion Nestle, PhD., MPH., profesor nutrisi makanan dan kesehatan masyarakat di New York University, menjelaskan pertambahan usia yang kita jalani membuat metabolisme tubuh menurun. Belum lagi menurut Cheryl Forberg, RD., penulis buku Positively Ageless, kebanyakan perempuan berusia di atas 40 tahun mengalami, kekurangan serat dan  kalsium tapi terlalu banyak mengonsumsi gula.

Agar memiliki berat tubuh yang sama ketika kita masih muda belia, kita harus mengurangi 50-100 total kalori per 10 tahun. Misalnya, ketika usia 30-an kita mengonsumsi 1.700 kalori per hari, maka saat usia memasuki 40 tahun, kalori yang kita butuhkan berubah menjadi 1.600. Bagi Katherine Brooking, MS., MD., ahli nutrisi dari New York City, menjaga berat tubuh tetap proporsional adalah hal penting. Ini akan menyelamatkan kita dari risiko diabetes, serangan jantung, osteoarthritis, dan kanker.

Konsumsilah lebih banyak ikan ketimbang daging. Sebabnya, ikan kaya akan nutrisi-nutrisi yang akan membuat tubuh tetap prima. Sebut saja omega-3, vitamin D, selenium, dan protein adalah empat serangkai yang saling membutuhkan untuk memberikan khasiatnya pada tubuh. Christine Gerbstadt, MD., RD., juru bicara American Dietetic Association menjelaskan, omega-3 dibutuhkan untuk membantu tubuh menyerap vitamin D. Dan tubuh memerlukan vitamin D untuk melarutkan lemak. Sedangkan selenium dibutuhkan untuk memaksimalkan penyerapan protein, vitamin, dan mineral yang ada di dalam tubuh. Jadi cobalah mulai “bersahabat” dengan ikan.

Rasional lah terhadap kopi. Sebenarnya minuman pekat beraroma kuat ini, bisa menjadi penyelamat. Tapi jika kita salah memperlakukannya maka dia akan berubah menjadi sumber masalah. Apalagi ketika kita menambahkan krim dan gula ke dalam kopi. Ini akan menjadi “roda” penyerapan kafein di dalam tubuh yang akan membuat  “tombol” tidur otak di non aktifkan. Maka kita akan terus terjaga meskipun otak tetap merasa butuh istirahat. Belum lagi, krim dan gula akan menghilangkan antioksidan, vitamin, dan mineral yang ada di kopi.

Nikmati olahan kedelai alami untuk menekan risiko kanker payudara. Larry Norton, MD., deputy physician-in-chief untuk program kanker payudara di Memorial Sloan-Kettering Cancer Center, mengamini ketika kita mengonsumsi olahan kedelai seperti tahu tanpa bahan pengawet, maka kita akan memberikan tubuh pelindung dari sel kanker payudara. Tapi ketika kita mengonsumsi olahan kedelai dalam bentuk suplemen atau snack, kita tidak tahu seberapa banyak phytoestrogen yang dimasukkan ke dalamnya. Phytoestrogens adalah zat kimiawi yang ada di dalam kedelai yang fungsinya sama dengan hormon estrogen.
Dan menurut Mark Messina, PhD., profesor dari Departemen Nutrisi Loma Linda University, asupan berlebihan dari phytoestrogen justru memberikan efek yang tidak dapat diprediksi dalam tubuh. Efek terburuk yang dapat terjadi adalah justru menstimulasi pertumbuhan sel yang bisa berujung pada kanker payudara. (Siagian Priska, www.preventionindonesia.com)

 

 

Add comment


Security code
Refresh