Events

Halal Bi Halal di KDEI

Acara dibuka oleh Pak Fauzi dengan memberikan salam dan ucapan selamat datang kepada para tamu. Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian pesan dan arahan oleh Pak Suhartono selaku Kepala KDEI. Dalam kesempatan tersebut Pak Hartono mengutip apa yang telah disampaikan Pak Hasyim Muzadi ketika Halal Bi Halal di Da-an Park minggu yang lalu, Beliau berpesan agar para tenaga kerja kita jangan sampai melupakan tujuan awal kedatangan mereka di Taiwan. Yaitu karena keluarga. Jangan sampai keluarga bukannya menjadi tambah senang dan bahagia, melainkan sengsara. Kepada para mahasiswa dan profesional, Beliau menyampaikan agar bekal yang didapat di Taiwan ini dapat membantu berpartisipasi untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik. Dan tidak lupa diakhir pidatonya, Beliau atas nama KDEI memohon maaf atas kesalahan-kesalahan yang telah lalu.

Speech from The Head of KDEI Forgiving each others

Selanjutnya adalah acara doa bersama. Dan Pak Alwin lah yang ditunjuk sebagai pembaca doa. Doa diamini oleh para undangan. Semoga apa yang didoakan dikabulkan oleh ﺍﷲ. Setelah doa selesai, para pejabat KDEI dipersilakan menempati tempat yang telah disiapkan dan langsung memulai acara inti dari Halal Bi Halal, bersalam-salaman dan saling maaf memaafkan. Barisan rebana dan grup qasidah MTYT mengiringinya dengan shalawat. Tamu undangan, rekan pekerja, dan mahasiswa mengekor di belakang mengikuti antrian salaman. Ujung dari salam-salaman ini akhirnya akan mengantarkan kita menuju acara paling inti dari sebuah acara Halal Bi Halal di KDEI, santap siang.

Ketupat KDEI 4-Sekawan Teman Lebaran

Perut-perut keroncongan dan muka-muka kelaparan mahasiswa merajalela di hadapan barisan ketupat dan nasi putih yang dilengkapi dengan sajian khas Lebaran di tanah air. Sebut saja opor ayam, sambal goreng ati, emping, dan tidak ketinggalan masakan khas Sumatera Barat, rendang. Makanan ringan, kue-kue dan buah bisa disantap terlebih dulu sambil menunggu antrian panjang mangular di daerah makanan kelas berat tersebut menyusut. Atau pindah dulu ke meja lainnya sambil menikmati soto daging yang hangat.

Utaratu in Action!

Sambil menikmati hidangan, panitia menyediakan slot untuk acara hiburan. Dan sesuai dengan perjanjian Utaratu (FormmiT Utara Satu) dengan Pak Pangkuh kemarin, maka tim nasyid FormmiT-Utaratu tampil dengan membawakan sebuah nasyid dari Raihan berjudul Satu Pagi di Hari Raya. Tim ini terdiri dari Pak Bambang, Pak Budi, Pak Didi, Pak Tri, dan Yunus dari NTUST, dan juga personil nasyid lama dari NTU, Rizki. Suara mereka benar-benar mirip aslinya. Tidak mau kalah dengan dengan Utaratu, Utada (FormmiT Utara Dua) dari Zhong Li juga berinisiatif untuk perform. Mereka menggunakan nada dan irama dari lagu “Tombo Ati”-nya Cak Nun, namun dengan mengubah liriknya. Entah apa yang dipikirkan oleh si penggagas ide, apakah ingin memotivasi diri karena sudah tidak betah hidup sendiri secara dia masih sendiri, atau ingin memotivasi teman-teman untuk segera mencari teman hidup apabila si panggagas ide sudah tidak sendiri. Tapi bagus juga, kreatif dan menghibur. Bagi para jomblowan/wati, syair berikut ini dapat Anda nikmati, resapi, dan amalkan.

{slide=Obat Sepi by Tim Nasyid Utada}

Obat sepi cowok yang masih sendiri
yang pertama datangi guru mengaji
yang kedua siapkanlah data diri
jangan lupa disertai foto asli

Yang ketiga minta dicarikan istri
yang keempat ta’arufnya ditemani
yang kelima maharnya cari sendiri
yang keenam melamar tambatan hati

Yang ketujuh tentukan tanggal dan hari
kedelapan KUA-nya didatangi
kesembilan undangannya disebari
kesepuluh handai taulan dikabari

Kesebelas rapat panitia dimulai
kedua belas anggarannya dihitungi
ketiga belas seserahan dikemasi
jangan lupa dengan besan koordinasi

Tiba kini hari yang dinanti-nanti
terima amanah menggetarkan hati
teman-teman tidak lelah menggodai
walau di antaranya ada yang iri

Hanya karena nikahnya didahului
salah siapa nunda-nunda jadi hobby
jangan lupa cari kontrakan sendiri
agar ibadahnya lebih variasi
agar ibadahnya lebih konsentrasi

{/slide}


Sekitar pukul 12.30 siang, para tamu sedikit demi sedikit meninggalkan ruangan seiring selesainya acara dan juga ludesnya makanan. Walaupun di sisi lain ada yang masih sibuk membungkus ‘oleh-oleh‘ khas KDEI ini. Nasi kotak dan minuman kotak juga disiapkan bagi tamu-tamu yang akan pulang, khususnya untuk mahasiswa dan pekerja untuk bekal makan malam.



Foto : Pak Dedi (NTU), Pak Bambang AD (NTUST), dan Melani (NTUST)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *