|
|
Sosial Budaya
|
Friday, 13 April 2007 |
|
"Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang memberikan kebermanfaatan kepada sesama" Kategori manakah kita? |
|
Read more...
|
|
|
(potret) Mengais Rejeki Dengan Sepeda Ontel |
|
|
|
|
Tuesday, 03 April 2007 |
|
TARMUJI sudah 11 tahun jadi tukang ojek sepeda di kawasan Kota Tua, Jakarta. Pendapatannya per hari tidak pasti. "Bisa dapat Rp 40.000 sampai Rp 50.000. Tapi itu sudah hebat, genjot seharian, istirahat hanya sebentar," kata Tarmuji, Senin (2/4). Rata-rata pendapatan bersihnya, sisa setelah dipakai untuk belanja makan siang dan minuman -ia tidak merokok, sebesar Rp 30.000 sehari. Dengan penghasilan sejumlah itulah pria berusia 42 tahun ini menghidupi seorang istri dan lima anak. Sekedar membandingkan, di mal atau hotel mewah yang menjamur di Ibukota ini, harga secangkir kopi atau segelas jus bisa melampaui pendapatan per hari Tarmuji itu. Inilah fenomena kehidupan kota besar. Kesenjangan antara yang kaya dan yang miskin sedemikian lebar. Bagaimana Tarmuji mengatur penggunaan uangnya. "Harus diirit-irit. Saya bilang sama istri agar irit," kata Tarmuji yang tinggal di Kebun Tebu, Rt 16/17, Muara Baru Ujung, Penjaringan, Jakarta Utara. Anak pertama dan keduanya sudah bekerja. "Tapi kerja serabutan, kadang kerja, kadang libur," katanya. |
|
Read more...
|
|
|
Sindikat Penjerat Pencari Kerja |
|
|
|
|
Written by Arie Dipareza
|
|
Sunday, 25 March 2007 |
|
Sekarang persaingan usaha makin ketat, apa lagi udah masuk era globalisasi. mau ga mau kita harus bisa bersaing. seperti hukum rimba, yang kuat adalah yang menang, begitu juga dengan perdagangan. dimana-mana berdagang itu ya cari untung, ada cara jujur dan ga jujur. |
|
Last Updated ( Monday, 26 March 2007 )
|
|
Read more...
|
|
|
Tangan-tangan Mungil Pencari Timah |
|
|
|
|
Tuesday, 13 March 2007 |
|
Panas matahari yang memanggang bumi tak membuat Deni Pratama gelisah. Dengan tekun tangan-tangan kecilnya mengeruk tanah dan memasukkannya ke ember hitam. Tubuhnya terbenam hingga sepinggang di air keruh yang mengalir pelan. Setelah terisi penuh, dengan tertatih-tatih Deni membawa ember itu ke tepian. Di sana tanah dituang ke atas selembar karung yang telah ia siapkan. Deni kemudian menyiram gundukan tanah itu berulang-ulang dengan cairan dari sebuah piring plastik warna merah. "Saya sedang melimbang timah," kata bocah umur 10 tahun ini. Dalam gundukan tanah yang dilimbang itu terkandung butiran-butiran halus pasir timah. |
|
Read more...
|
|
|
(potret) Me-Mey Mo Kemana? |
|
|
|
|
Tuesday, 06 March 2007 |
(Little Missy - East Coast, USA - ) http://community.kompas.com/index.php?fuseaction=home.detail&id=22428§ion=92
Yup, aku bete banget kalo dipanggil gitu..emang sih tampang chineseku nggak bisa ditutupi,apalagi kalo dulu diindonesia,yg namanya transportasi umum( baca: bis kota, ojek,becak atau jalan kaki) itu sahabatku kalo mo kemana2..heheh, habis, emang namanya juga keluarga pas2an..sepeda motor mah termasuk barang tuk yg berduit jaman itu. Singkat kata, yg namanya sexual harrasment juga melekat kemanapun aku pergi. Aku tuh paling males aja kalo mo pigi kesuatu tujuan, nunggu ada nunutan temen( biasanya temen2ku sih namanya juga anak kost2an, ya nebeng temen yg bermobil- biar nggak kepanasan alasannya,takut hitam, ntar nggak laku- hahaha kalo cewek gitu sih alasannya). Jadinya aku bela2in jalan kaki trus sampai diterminal bis sambil berpayung2 ria. "Me..mau kemana? sendirian ya? " atau " suiiit...suiit!" komentar2 usil kayak gitu dah sering kudengar, tapi sok cuek aja, sambil pasang tampang garang gitu...habisnya kalo teoriku sih kalo kita kelihatan lemah tak berdaya, malah jadi sasaran mereka...hahahah, nggak tau sih, emang dasarnya aku juga rada tomboi, jadi pasang2 kuda2 kalo ada yg jahil colek2. |
|
Read more...
|
|
| |
|