|
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam, Sholawat dan salam semoga tetap tercurah kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW. Minggu ini, 1 April 2007 adalah pertama kalinya diadakan KAS (Kajian Ahad Sore) di masjid kecil Taipei. Peserta pengajian ini adalah para mahasiswa muslim dan muslimah dan juga beberapa temen-temen tenaga kerja. Kajian yang dilaksanakan setelah training microsoft word, kurang lebih jam 4.40 sampai jam 6 sore menjelang magrib. Kajian kali ini disampaikan oleh pak Agus Muntohar dengan tema "Mengenal Islam". Mohon koreksi ikhwahfillah jika apa yang saya tuliskan ada yang kurang tepat. Berikut adalah catatan yang sempat saya buat ketika kajian, semoga catatan kecil ini bisa menjadi pengingat saya pribadi serta bermanfaat bagi kita semua, aamien. Islam berasal dari kata salim, yang artinya salam, selamat, ataupun berserah diri. Dalam suatu riwayat Rasullullah SAW menjelaskan apa itu islam ketika ditanya oleh sahabat. Beliau menggambarkan sebuah garis lurus yang disebelah kanan kirinya ada banyak garis yang menuju ke arah lain (berbelok). Kemudian beliau bersabda : “Islam adalah jalan yang lurus yang akan membawa kita kepada keselamatan, oleh karenanya ikutah jalan yang lurus itu dan janganlah kamu ikuti jalan yang berbelok karena jalan itu adalah jalan syaithon“. Seperti yang tertuang di QS. Al-An’am (6) : 153, 161, 162, Allah berfirman : “Dan bahwa (yang Aku perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan yang lain, karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa”(153). “Katakanlah, “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhan-ku, kepada jalan yang lurus, yaitu agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus; dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”(161). “Katakanlah, “Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam”(162). Dalam QS. Al-Baqarah(2) : 208, Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu kedalam islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu“. Masuk islam secara keseluruhan, apa ya maksudnya apakah cukup hanya dengan sahadat, sholat 5 waktu, puasa, kemudian berzakat, dan haji jika mampu (salah satu peserta pengajian bertanya). Ternyata tidak. Masuk islam secara kaffah ibarat kapur yang tercelup kedalam tinta, tinta meresap kedalamnya sampai ke sela-selanya, artinya kita berislam dengan sungguh-sungguh. Selain itu arti secara kaffah adalah taat kepada Allah dan rasulNya seperti yang tertuang di QS-Ali-Imron(3) : 32, Allah berfirman : “Katakanlah, “Taatilah Allah dan rasulNya, jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir“. Maha suci Allah yang telah menurunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk dan pedoman bagi umat islam, sesungguhnya QS Al-Baqarah 208 sangat dahsyat dan orang diluar islam takut jika umat islam masuk islam secara kaffah karena bisa dibayangkan jika umat islam menjalankan islam secara kaffah maka segala yang dilakukan akan sempurna dan itulah yang membuat islam pernah jaya pada jaman kepemimpinan Rasullulah SAW. Nah sekarang masalahnya adalah bagaimana cara taat kepada Allah dan RasulNya ternyata juga memerlukan ilmu atau pengetahuan, dan wajib bagi kita untuk mencari dan mengamalkannya. Ketaatan kepada Allah dan Rasulnya dapat tercermin dari perilaku kita sehari-hari. Bagaimana kita mengerjakan sesuatu hal dan bangaima kita memandang suatu amalan. Ada 3 hubungan yang kita perlu pahami dan kita ketahui bagaimana caranya. Hubungan itu adalah hubungan manusia dengan TuhanNya (Allah), hubungan manusia dengan manusia lain seperti berdagang, berteman, bagaimana berperilaku dalam keluarga, dll. Dan yang ketiga adalah hubungan manusia dengan dirinya sendiri, contohnya bagaimana ketika kita makan, ataupun beraktifitas sehari-hari. Banyak ternyata yang harus kita pahami sebagai umat islam, untuk bisa menjadi islam secara kaffah, dan mencapai keselamatan. Hm.. kalau dipikir-pikir apapun yang diajarkan islam memang menuju keselamatan, sebagai contoh hikmah kita berpuasa di bulan ramadhan ternyata untuk kesehatan organ pencernaan kita, dan ada hikmah lainnya selain juga perwujudan iman dan taqwa seorang hamba kepada Tuhan-nya. Demikian catatan kecil ini, semoga bermanfaat. Jika ada salah itu adalah dari diri saya sendiri dan kebenaran hanyalah dari Allah SWT. Wallahua’lam bishowab. |