Islam in Taiwan

Idul Adha 1431 H

Posted on

SELAMAT HARI RAYA IDUL ADHA 1431 H Semoga contoh indah dari Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail menambah keimanan dan rasa belas kasih kepada sesama. Semoga saudara,orang tua dan kerabat-kerabat kita yang sedang melaksanakan ibadah haji diberikan kelancaran,kesehatan, keselamatan dan semoga ibadah Haji mereka diterima oleh Allah Azza Wa Jalla dan menjadi Haji yang mabrur.  Amin […]

Islam in Taiwan

Kesan Pertama sebagai Muslim di Taiwan

Posted on

Cerita berikut memaparkan kesan pertama saya menginjakkan kaki sampai saat ini (satu bulan) di Taiwan terkait dengan kehidupan Islam di Taiwan atau orang mengenalnya dengan negeri Formosa.

Formosa, kata itu berasal dari bahasa Portugis llha Formosa yang artinya beautiful island atau pulau (Negara) yang indah. Taiwan dengan mayoritas penduduknya cenderung tidak memiliki agama yang pasti, sungguh keberadaan Islam di Taiwan menjadi hal yang sangat luar biasa menurut saya. Dengan metode penyebaran melalui para TKI (Tenaga Kerja Indonesia dan Tenaga Kerja Intelektual) (maaf sebelumnya bukan berarti ‘TKI’ tidak intelek tapi ini adalah penyetaraan yang dibuat bahwa kita semua orang Indonesia tidak ada perbedaan baik pekerja maupun pelajar dengan sama-sama dipanggil TKI kita semua adalah orang Indonesia, boleh dianggap serius boleh juga untuk candaan belaka J) ini adalah sebuah kebetulan yang tidak bisa juga dianggap sebagai kebetulan karena semua telah ada “garis kehidupan Islam” dari Allah untuk tetap “memenangkan” agama Islam.

Muslim atau Islam, ya, kata itu sangatlah asing bagi penduduk Taiwan. Kita semua umat muslim menjadi “artis” di sini terutama para akhwat. Bagaimana tidak, mereka bingung melihat di panas terik matahari para akhwat tetap memakai jilbab, tidakkah mereka kepanasan dan kegerahan?? (kurang lebih itulah yang ada dalam pikiran mereka). Tidak hanya itu ketika kita sholat berjamaah di ruangan terbuka tak sedikit orang yang “mononton” kita yang sedang sholat, ketika salam, lho ko banyak orang di belakang yang melihat kita kan bukan lagi ngelenong, he.. Ini adalah salah satu metode penyebaran Islam secara tidak langsung kepada mereka. Kita berusaha memperkenalkan Islam sehalus mungkin tanpa ada ‘cacat’ sedikit pun. “melaksanakan segala perintah Allah dan menjauhi segala larangan Nya, itulah cara terhalus yang bisa kita lakukan untuk menyebarkan agama kita (menurut pikiran saya) betapa kuat dan indahnya toleransi Islam, bahkan kepada umat lain sekalipun. Hilangkan kata “teroris dan radikalisme” Islam dari mind set mereka karena kenyataannya kita umat muslim bukanlah seorang teroris atau pembuat kerusuhan di dunia.

Islam in Taiwan

Taiwan Muslims’ Struggle to Survive

Posted on

1. Introduction

With the ending of the cold war, under the banner of globalization and freedom, the West, led by the US and Europe, wishes to impose its culture, and social and economic systems on other countries, Muslim countries in particular. Modernization has become the excuse to overturn the tradition. The objective is for the West to control and monopolize the world resources. We need to understand that modernization is objective and relevant, and should not be defined purely based on scientific and economic achievements. Traditional value can be modified, and should not be denied and overturned. In the 21st century, with the advance in science and technology, and rapid changes in the social and economic development, a minority often faces the challenges of preserving its culture and tradition and at the same time copes with the rapid technology innovation and social economic development. History offers the best clue. From the study of the history, we can understand the situation of Muslim in Taiwan and assist them to overcome their difficulties.

Islam in Taiwan

Islam and Muslims in Taiwan

Posted on

The presence of Islam and Muslims in Taiwan is not very old. Around 1949 thousands of Muslims from all parts of Mainland China migrated to Taiwan in company with the Nationalist government. Again in 1980 a big influx of Muslims from Thailand and Myanmar immigrated into this part of the world. The present population of Taiwan Muslims counts at about 60,000 which is 0.2 per cent of the total population. Most of the native Muslims are soldiers and public servants.

There is about 40,000 to 50,00 expatriate Muslim here who came from the other Southeast Asian countries. Most of them work in manufacturing or construction industry, or in taking care of the seniors.

Historically, Islam’s arrival in Taiwan can be traced back to the later period of Ming dynasty and early period of Chin dynasty. During his seven voyages to the West in the early 15th century, the great Muslim navigator Zenghe (Abdul Sabur Ma) landed on Taiwan and preached Islam to the natives.

Cheng Ho, a Ming general, came to Taiwan with his army in 1661. There are many Muslim soldiers in his troops who had brought their families with them to Taiwan and settled down there. The design and style of the mosque they built was like the mosques in Mainland China. During the Chin dynasty, Taiwan and Mainland China had a strong link. Muslims living in Mainland coasts also went to Taiwan with the tide of immigration so that they spread over the western coast of Taiwan.