Fiqh

HADITS-HADITS LEMAH DAN PALSU TENTANG RAMADHAN

Posted on

  HADITS-HADITS LEMAH DAN PALSU TENTANG RAMADHAN Oleh: Ust. Achmad Dahlan, Lc, MA. Al hamasah (semangat) adalah penggerak utama seseorang dalam setiap aktifitas, sehingga tanpanya, sebuah aktifitas akan terasa hambar, tanpa ruh, dan terlihat dilakukan dengan terpaksa. Semangat adalah asset besar yang harus dikelola, supaya tidak menjadi sia-sia dan tidak bermakna. Imam Hasan Al banna […]

Fiqh

Mendongkrak Fiqh Perubahan

Posted on

Kontribusi Dunia Islam di bidang sains dan teknologi

Berbagai penemuan ilmu dan teknologi dalam berbagai bidang seperti Ilmu Matematika telah ditulis dalam artikel Al-Khwarizmi dalam bukunya ‘Kitab al Mukhtasar fi’l Hisab al-Jabr wal-Muqabala’, atau ‘Compendious Book of Calculation by Completion and Balancing’ (Algebra) tersimpan di the Princeton Unviersity Library, New Jersey, USA, atau artikel Umar al-Khayyam dalam bukunya ‘Maqalah fi al- Jabr wa-al Muqabalah’, atau ‘Treatise on Demonstration of Problems of Algebra’.tersimpan di the Columbia University Library, USA.

Fiqh

Dari Hijrah Hingga Futuh Makkah

Posted on

Normal 0 MicrosoftInternetExplorer4

Dari Hijrah hingga futuh makkah

{youtube}G6INTESwozE{/youtube}

Hijrah

Berbagai tekanan dan cobaan selama 10 tahun pertama Rasul di bi’tsah menjadi seorang nabi, tidak pernah surut oleh orang-orang kafir Quraisy pada saat itu. Masih hangat dalam memori kita bagaimana Amr bin yasir, tertangkap intelejen Quraisy saat setelah pulang dari halaqoh tarbawi bersama beberapa sahabat lain. Penangkapan awal ini menjadi awal tekanan fisik lebih terbuka dilakukan oleh Kafir Quraisy terutama kepada pengikut Rasululah yang lemah, terutama paska dakwah jahriyyah di kumandangkan. Pembantaian Keluarga Yasir dan beberapa shahabat dari golongan miskin, menjadi awal Allah memberikan sebuah alternative strategi dakwah yang harus di tempuh Rasulullah dan para sahabat: Hijrah.

Fiqh

Hukum-hukum Qurban

Posted on
Oleh : M. Shiddiq Al Jawi

Pengertian Qurban

Kata kurban atau korban, berasal dari bahasa Arab qurban, diambil dari kata : qaruba (fi’il madhi) – yaqrabu (fi’il mudhari’) – qurban wa qurbaanan (mashdar). Artinya, mendekati atau menghampiri (Matdawam, 1984).

Menurut istilah, qurban adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah baik berupa hewan sembelihan maupun yang lainnya (Ibrahim Anis et.al, 1972).

Dalam bahasa Arab, hewan kurban disebut juga dengan istilah udh-hiyah atau adh-dhahiyah, dengan bentuk jamaknya al adhaahi. Kata ini diambil dari kata dhuha, yaitu waktu matahari mulai tegak yang disyariatkan untuk melakukan penyembelihan kurban, yakni kira-kira pukul 07.00 – 10.00 (Ash Shan’ani, Subulus Salam IV/89).

Udh-hiyah adalah hewan kurban (unta, sapi, dan kambing) yang disembelih pada hari raya Qurban dan hari-hari tasyriq sebagai taqarrub (pendekatan diri) kepada Allah (Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/155; Al Jabari, 1994).