Education

Bagaimana Cara Nembus Beasiswa Pemerintah Taiwan?


Akhir2 ini,, isi email, topik pembicaraan di YM, MP bahkan fesbuk,, lebih kurang tentang hal ini,, “Bagaimana cara nembus Taiwan Scholarship?”

Okay,,, biar nggak usah ngulang-ngulang,, gw pengen berbagi di sini,, tentang bagaimana caranya. Ini bukan karena sok ahli,,, hanya karena kebetulan,, gw sekolah di sini make beasiswa ini. Untuk selanjutnya gw sebut Beasiswa Teto (padahal Teto mah nama kantor dagang Taiwan di Indo,,qeqeqe)

Sebenarnya info lengkapnya bisa di cek di http://studyintaiwan.org , menurut gw di sana infonya sudah kumplit,, dan selalu ada update-an terbarunya.

Berikut gw coba list pertanyaan yang biasa diajukan temans:

1. Daftar beasiswa dulu atau sekolah dulu?

>> Kalau menurut gw, sebaiknya daftar sekolah dulu. Link tentang univ dan college di Taiwan bisa di intip di http://english.education.edu.tw/mp.asp?mp=12 . Saran gw, carilah jurusan yang benar-benar diminati. Mengapa jurusan yang diminati? Menurut gw pribadi, sistem belajar di sini saangat keras,,, dan mahasiswanya rajinnya minta ampyun. Jadi kalau anda tidak minat and menguasai jurusan yang temans tuju,,, siap-siap aja stres dan kalah bersaing. Hihihi. (Gw yang sangat minat dengan jurusan gw aja stress,,hihii). Nah kalau sudah tau jurusan yang paling diminati baru cari universitasnya. Karena di Taiwan ini agak unik, masing-masing Univ punya jurusan terbaiknya masing-masing. Kayak kampus gw, paling yahud jurusan remote sensing, gender study, art study dan film centernya. Intinya jangan tiba-tiba milih NTU (National Taiwan Univ) hanya karena itu kampus no atu di Taiwan, padahal jurusan yang teman tuju,, paling mantap bukan di kampus itu. Yah,, kita jangan mpe nanggung gitu,, menurut gw siy ini,,

Pengalaman pribadi gw, mengapa gw milih NCU sebagai kampus gw, karena emang rejekinya di situ,, hehehe,, trus ada kesempatan di situ dan lebih utama lagi,, profesor gender study paling yahud se-Asia ada di kampus ini. Ini sangat membantu gw buat mencuri ilmu sebanyak-banyaknya dari dia. Trus tuh profesor dah tersohor banget,, gw klo kemana-mana nyebut nama kampus dan jurusan gw,, orang-orang langsung nimpalin,, oh,, itu kan tempat profesor XX ngajar.. bla-bla-bla,, malah jadi punya topik pembicaraan klo ketemu orang baru. hehehe. Gw juga jd berasa ikutan terkenal,,qeqeqe,,

Setelah daftar sekolah, melengkapi seluruh persyaratan dan lulus seleksi, nah teman akan mendapatkan yang namanya “Letter of Acceptance” (LoA). LoA inilah yang teman2 lampirkan ketika mengajukan beasiswa ke Teto. Kalau temans punya LoA ini, yakin deh,, teman akan di prioritaskan. Gw karena nunggu LoA ini, baru bisa ngirim berkas di hari terakhir pendaftaran, 30 April 2008. Hehehe,,,

But mesti rasional juga, kalau waktu dah mepet, tapi LoA belum nonggol juga, ya udah,, masukkan dulu draft lamaran beasiswa ke Teto,, nanti LoA-nya menyusul,,, bisa kok itu. Bahkan ada pengalaman, teman yang berangkat bareng saya, dah keterima beasiswa,, tapi lom dapat LoA,, namun yang namanya rejeki Allah g bakal pernah salah alamat, at injury time,,, bisa juga beliau mendapatkan LoA dr sebuah univ di Selatan Taiwan.

2. Pilih belajar Bahasa apa enggak?

Di form pengajuan beasiswa Teto, akan ada pertanyaan ini, kita mau belajar bahasa dulu setahun apa enggak? Saran gw dan bocoran dari Koh Rudi (yang ngurusin Beasiswa Teto),, sebaiknya nggak usah. Karena belajar bahasa ditujukan/diprioritaskan buat pelamar dari negara yang punya hubungan diplomatik dengan Taiwan. Untuk negara seperti Indonesia yang hanya punya hubungan baik,,, kesempatan itu tidak diprioritaskan. Atau milih,, cuma belajar bahasa aja setahun di sana,, nah itu boleh,, entar lanjut kuliah di sana,, bisa apply beasiswa yang lain (ex: beasiswa kampus, beasiswa dikti, beasiswa ICDF).

3. Kuliahnya pake bahasa Cina pa Inggris?

Kalau untuk S1,,, setahu gw,, pake bahasa Cina. Tapi kalau untuk master dan P.hD,, kalau temans masuk kelas berlabel internasional,, ya kelasnya bakal pake bahasa inggris,,, So cek dulu,, jurusan yang temans masuki kelas internasional atau enggak. Pengalaman beberapa teman disini,, ada yang semua kelas pake bahasa Cina, dia jurusan satra cina soalnya,,hehehe,,, ada yang bilingual,, hm,, yah macam2,,hehehe. gw siy alhamdulillah,,, bahasa Inggris semua,, jadi klo nilai gw jeblok kaga bisa ngeles deh,, kan klo teman2 yang kebagian kelas make bahasa cina bisa ngeles “pake bahasa cina siy,, mana ngarti gw”,, qeqeqe. Padahal bahasa inggris maupun bahasa cina,, sama aja ruwetnya,, hahaha.

Saran lain : Tiap web univ punya web international officenya, nah di sana teman bisa cek, kelas yang berbahasa Inggris apa saja. Yah mungkin bisa jd bahan pertimbangan,, mau daftar di univ itu atau enggak,, berdasarkan course yang di tawarkan.

4. Berkas apa saja yang perlu disiapkan?

Standar lah ya,, ngisi form pendaftaran, surat rekomendasi 2 (photo copynya, yang asli di kirim ke univ yang kita lamar), study plan, TOEFL dan photo, photo copy passport (tapi gw dulu pake ktp,,hehehe),

Untuk surat rekomendasi,, saran dari senior yang ngaku dirinya d’Promising Scholar, kalau minta dari dosen,, sebaiknya dosen yang Profesor dan S3,, (kan ada Prof tp masih S2),, trus lebih bagus lagi klo lulusan luar. Hm,,, katanya siy gitu,,, Gw dulu make 3 surat rekomendasi,, maruk yeeeeee,,, satu dari bos tempat kerja,,, satu dari dosen pembimbing skripsi belum profesor siy, tapi punya jabatan fungsional di kampus yang strategis (kajur maksudnya,,hehehehe),, satu lagi dari dosen yang sudah kayak kakak sendiri,, jadi dia muji2 banget bikin surat rekomendasinya, tampak sangat-sangat sepenuh hati. hihihi. Tapi di surat reko ini, beliau tdk menggunakan status dosennya,, beliau menggunakan status researcher-nya. Menurut gw ini strategi juga,,, gw di rekomendasikan oleh 3 orang dengan latar belakang yang berbeda,,, so,, silahkan pikirkan strategi temans. hohoho

Bisa juga mendapatkan surat rekomendasi dari profesor yang ada di Univ yang kita tuju. Web di sini lengkap kok,, termasuk profil dosen2nya,,, yah nggak ada salahnya juga nyoba jalur yang ini. Kayak temen saya yang dapat beasiswa ICDF (beasiswa yang sangat saya sarankan klo teman ingin kuliah di Taiwan),,, dia dah kontak2an dengan profesornya sejak masih di Indo,, dan dapet rekomendasi dari profesor yang bersangkutan.

Mengenai Study Plan, sebaiknya di jelaskan apa yang akan kita lakukan untuk negeri kita tercinta setelah kita tamat dari sekola di univ yang kita tuju. Ada bagusnya juga di support dengan prestasi2 kita sebelumnya.

Oh iya,, gw waktu itu nambahkan sendiri,, lembar list achievement gw. Kan kita mesti ‘jual diri’ sebaik mungkin. But buat teman yang punya prestasi se-abrek,, jangan semua prestasi itu di masukan ke daftar list. Cukup yang relevan dengan jurusan yang kita ambil. Or prestasinya bersifat internasional or nasional,, so walaupun g relevan,, yah boleh lah,, but tetep jangan kebanyakan. Karena entar malah di kira show off. Dan itu juga menambah beban bagi teman sendiri,, ngaku2 punya prestasi seabrek2,,, dan univ yang menerima dah punya harapan tinggi thdp teman,, eh taunya pas di uji di lapangan,, karena faktor y dan g (kenapa mesti y dan g?,,hehehe),, peforma temans tidak secermelang prestasi yang dibanggakan. Entar stres sendiri loh,, hohoho

Trus buat teman2 yang punya pengalaman menulis, bisa juga ditambahkan lembar khusus ini (ini juga gw masukkan sebagai lampiran waktu daftar ke univ). Dibuat berupa kolom aja : judul tulisan – di publish di – tanggal publish – contact person

Contact person menurut gw penting, itu menunjukkan kalau kita memberikan data yang sebenarnya. Dan lampirkan juga contoh tulisan temans,,, hm,, gw waktu itu melampirkan 2 contoh tulisan,,, yang satu relevan dengan jurusan yang gw ambil,, yang satu karena kebetulan menang. Oh iya,, jangan lupa di translate,, kalau tuh tulisan dalam bahasa Indo.

5. Ada wawancara apa enggak?

Hm,, klo buat bea Teto siy nggak ada,, but buat dapat letter of acceptance ada,, wawancara dari kampus. Hm,, nggak tahu juga apa ini berlaku di semua univ atau enggak. Karena pas gw, kebetulan mereka lagi melancong ke Indo,,,

6. Tiket gimana?
Hm,, klo masalah tiket,, sayang sekali,, mesti bayar sendiri . Tapi InsyaAllah bakal ke ganti kok dengan uang beasiswa nanti,,,

hm,, apalagi yah?
Klo mengenai kesiapan keberangkatan,, bagi yang keterima,, (alhamdulillah..) dan lain2nya tentang mahasiswa muslim indo di Taiwan, bisa di lihat di www.formmit.org

yang lebih penting lagi,, serahkan kepada Nya,, yang paling tahu yang terbaik buat kita,,
Jangan pernah menyerah pokona!
Jia you!!!

Klo ada yang mau ditanya,, sok atuh,, InsyaAllah,, klo bisa di jawab ya gw jawab,, klo nggak,, yah,,

kura2 main kelereng,, pura2 ora mudeng ,, qeqeqe 😀

Comments

comments