Pembantaian Muslim Uighur Pelanggaran HAM Berat
Written by FORMMIT Monday, 13 July 2009 09:38
Jakarta [FORMMIT] Pembantaian yang dilakukan etnis Han terhadap warga Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang, China yang mengakibatkan ratusan muslim Uighur tewas dan ribuan lainnya mengalami luka luka di kota Urumqi merupakan kejahatan kemanusiaan, genoisida dan pelanggaran Hak Asasi Manusi (HAM) berat, oleh karena itu patut dikutuk. Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Din Syamsuddin di Jakarta, Ahad, (12/07). Din yang juga Wakil Sekjend World Islamic Peoples’s Leadership (WIPL) mendesak pemerintah Republik Rakyat China (RRC) untuk menghentikan pembantaian dan memberikan kebebasan beragama bagi umat Islam China sesuai dengan nilai-nilai HAM dan hak-hak sipil rakyat.
“Kita mendesak PBB untuk segera mengambil tindakan tegas dan memberikan sanksi terhadap pemerintah RRC. Kepada umat Islam se jagad untuk berdo’a bagi keselamatan muslim Uighur dan mengusahakan bantuan yang diperlukan” papar guru besar UIN Syarif Hidayatullah ini. (Md)
PERNYATAAN WORLD ISLAMIC PEOPLE'S LEADERSHIP TENTANG PEMBANTAIAN MUSLIM UIGHUR, CHINA
Sehubungan dengan pembantaian brutal atas Muslim Uighur di Provinsi Xanjiang oleh Tentara RRC yang telah menelan korban seribu lebih jiwa, dan pelarangan bagi umat Islam untuk menunaikan shalat Jum'at, dengan ini atas nama World Islamic Peoples's Leadership/ WIPL (Kepemimpinan Rakyat Islam
Sedunia/ KRIS) saya menyatakan sbb:
1. Mengutuk keras pembantaian tersebut dan menganggapnya sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan pelanggaran HAM berat. Pembantaian tersebut merupakan genoisida dan pembersihan etnis dan agama (ethnic and religion's cleansing).
2. Mendesak Pemerintah RRC untuk menghentikan pembantaian tersebut dan memberi kebebasan beragama bagi umat Islam khususnya untuk menjalankan ibadat sesuai dengan prinsip-prinsip HAM dan hak-hak sipil rakyat.
3. Mendesak PBB untuk segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan pembantaian tersebut dan memberi sanksi atas Pemerintah RRC agar tindakan biadab tersebut tidak terulang lagi.
4. Menyerukan kepada OKI dan pemerintah negara-negara cinta damai dan lembaga-lembaga kemanusiaan internasional untuk mendesak RRC memghentikan pembantaian tersebut dan memberi kebebasan kepada umat Islam Uighur untuk menjalankan ajaran agamanya.
5. Menyerukan umat Islam sedunia untuk berdoa bagi keselamatan umat Islam Uighur dan mengusahakan memberi bantuan yang diperlukan.
Din Syamsuddin
Wak. Sekjen WIPL (mewakili Asia; Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah .


