makanan halal

Halal Hunter Taiwan Episode 1 (Niúròu miàn)

Posted on Posted in Halal Food, News
Hidup di negara maju seperti Taiwan merupakan tantangan bagi pendatang khususnya yang beragama muslim. Tak hanya terbatasnya tempat beribadah, namun juga sulitnya mencari makanan halal di sekitar. Banyaknya berbagai godaan juga dapat menggoyahkan iman seseorang untuk makan makanan apapun yang penting tidak mengandung babi. Padahal aturan makanan bukan hanya tidak mengandung babi, namun sebelum disembelih harus mengatakan “bismillah“. Ditambah lagi setiap bahasa di kemasan makanan menggunakan bahasa Chinese Simplified. Bagi orang yang gak mudeng bahasanya Jackie Chan ini, sama saja seperti buta huruf. Maka dari itu disarankan sering nonton filmnya Jackie Chan agar bisa mengerti bahasa Cina (Sorry gak nyambung).
      Banyak jalan menuju Roma. Itulah peribahasa yang sering kita dengar, Artinya, banyak jalan yang bisa ditempuh untuk menemukan makanan halal di Taiwan. Yang penting kita ada niat baik, Insya Allah akan ada ganjarannya. Maka dari itulah salah satu tujuan Halal Hunter disini yaitu menemukan makanan halal di segala penjuru taiwan sekaligus merating tiap makanan. Data yang diperoleh mungkin bisa menjadi bahan rujukan bagi anak rantau lainnya yang mencari makanan halal pula.
        Okeh, sekian dulu pengantarnya. Kini kita langsung cekedot ke topik. Hunting pertama (Sabtu, 7 Mei 2016) kita mencari makanan enak Beef Noodle (atau bahasa cinanya Niúròu miàn) daerah Yanping S. Rd., Zhongzheng Dist., Taipei City 100, Taiwan (No 21). Jalurnya gampang kawan, dari MRT Ximen keluar exit 5 kemudian kita lurus belok kiri lalu lurus pol. Tanda-tandanya kalo maw nyampe itu ada label halal.
       Nah, menu yang disajikan beragam jenis dan kita bisa memilih yang kita inginkan. Ada paket dua orang (bagi yang udah berpasangan), ada pula paket jomblo (maksudnya buat sendiri) dan lain-lain. Khusus bagi mahasiswa yang lagi ngirit, bisa pilih paket yang harganya 120 NT udah dapet mie, daging, sayur, kuah dan tambahannya piring, sendok, sumpit (tapi setelah pakek kembaliin coy). Kalo menurut ane secara subjektif, rasanya itu seperti mie campur bakso. Dan kuahnya itu sedep. Bagi yang pencinta pedes, bisa nambah sambel balado (eh jadi inget lagunya ayu ting-ting). Sambal disini mungkin tidak begitu pedes. Gak taw kenapa. Wong yang buat bukan aku kok. Tapi kalo yang lagi bawa pasangan dan pada bertengkar mungkin level kepedesannya bisa naik. Silahkan dicoba :). Tapi wait-wait, ternyata di Niúròu miàn ada bonus lho. Jadi kita kalo pengen nambah, dikasih kuah dan mie tanpa bayar. Khususnya bagi kaum laki-laki yang porsinya lebih banyak mungkin bisa makan sepuasnya disini. Ataw siapa taw punya taktik begitu maw nambah lalu minta bungkus buat makan seharian. Pilihan di tangan anda. Resiko tanggung sendiri. (Hehe bercanda)
         Banyak pengunjung berdantangan tiap hari di tempat ini. Selain orang lokal, pengujung dari Indonesia tak kalah sedikit datang mencicipi kelezatan Niúròu miàn. Tak diragukan lagi tempat ini pantas didatangi untuk mencoba makanan halal yang enak. Berikut cuplikan gambar dan beberapa tanggapan netizen halal hunter.
Semoga info yang saya berikan ada manfaatnya buat Anda. Sampai jumpa di episode mendatang
Halal Hunter


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Please follow and like us:
0

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *