Kajian Online (KAJOL)Muslimah Corner

Ciri-ciri Wanita yang Tidak Layak Dijadikan Istri

 

Merupakan keinginan setiap orang untuk memiliki rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah. Untuk mewujudkan hal itu dibutuhkan beberapa persiapan sebelum menikah, yakni memantaskan diri baik dari pihak laki-laki maupun perempuan. Dalam kajian online ketiga yang diadakan oleh Departemen Kemuslimahan FORMMIT pada tanggal 20 Januari 2016, diangkat tema ciri-ciri wanita yang tidak baik untuk dijadikan istri, dengan pembicara Khairiani Idris, seorang mahasiswa doktoral di NTNU. Tema ini bisa dijadikan panduan bagi para muslimah yang tengah memantaskan diri untuk menghindari sifat-sifat tersebut. Dinukil dari kitab Hiya’ Ulumuddin karangan Imam al-Ghazali, berikut adalah keenam cirri-ciri wanita yang tidak baik dijadikan seorang istri.

Yang pertama adalah Al –Anaanah atau perempuan yang suka berkeluh kesah. Yang selalu merasa tak pernah cukup, apa yang diberikan suami semua tak cukup. Diberi rumah tak cukup, diberi motor tak cukup, diberi mobil tak cukup, dll. Tak ridho dengan pembelaan dan aturan yang diberikan suami. Asyik ingin memenuhi kehendak nafsu dia saja, tanpa memperhatikan perasaan suami, tak hormat kepada suami apalagi berterimakasih pada suami. Bukannya hendak menolong suami, apa yang suami berikan pun tak pernah dia merasa puas. Selalu adas aja yang tak cukup.

Yang kedua adalah Al-Manaanah: suka mengungkit. Kalau suami melakukan hal yang tak berkenan dengan dia, maka diungkitlah segala hal tentang suaminya itu. Sangat senang hendak membicarakan suami, tak ingat budi, tak bertanggungjawa­b, tak saying dan macam-macam. Padahal suami sudah memberikan banyak perlindungan padanya.

Selanjutnya adalah Al -Hunaanah: ingin pada suami yang lain atau berkenan kepada lelaki lain. Sangat suka membanding-band­ingkan suaminya dengan suami/lelaki lain. Tak ridha dengan suami yang ada.

Sifat lainnya adalah Al- Hudaaqah: suka memaksa. Bila hendak sesuatu maka dipaksa suaminya melakukan. Pagi, siang, sore dan malam asyik menekan dan memaksa suami. Adakalanya dengan berbagai ancaman seperti ingin lari, ingin bunuh diri, ingin membuat malu suami, dan sebagainya. Suami dibuat seperti budaknya, bukan sebagai pemimpinnya. Yang dipentingkan adalah kehendak dan kepentingan dia saja.

Sedangkan Al -Hulaaqah: sibuk bersolek, tidur atau bersantai, hingga lalai dengan ibadah-ibadah, seperti sholat berjamaah, wirid zikir, mengurus rumah-tangga, berkasih sayang dengan anak-anak, dan sebagainya. Dalam kategori ini juga termasuk wanita yang tidak mau berbagi makanan kepada keluarganya atau pun orang di sekitarnya.

Dan yang terakhir adalah As-Salaaqah: banyak berbicara yang tidak penting, menggosip siang malam, asik menggosip terus. Apa saja yang suami kerjakan selalu tidak benar di matanya. Zaman sekarang ini bergosip bukan saja berbicara di depan suami, tapi bisa melalui telpon, SMS, internet, BBM dan macam-macam cara yang lain.

Itulah keenam karakteristik wanita yang tidak baik untuk dinikahi. Semoga para muslimah diberi kekuatan oleh Allah untuk dapat menghindari sifat-sifat tersebut. Wallahu’alam bisshawab. (Departemen Kemuslimahan/Nuraeni)

 

 

 

 

Please follow and like us:
error0

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *