Islam in Taiwan

MABIT di Bumi Formosa, Mengapa Tidak? – part1

formmit.org – Ibarat sebuah baterai, ada kalanya perlu discharge dan diisi ulang agar bisa digunakan seperti biasanya. Sama halnya dengan manusia yang senantiasa membutuhkan asupan fikriyah, ruhiyah dan jasadiyah. Guna memenuhi kebutuhan ruhiyah, Laskar Formmit Selatan (Forsel) bekerja sama dengan Takmir Masjid Assalam Tainan menyelenggarakan kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (Mabit) pada hari Sabtu-Ahad, 31 Oktober sampai dengan 1 November 2015 berlokasi di Masjid Assalam.

Dipenghujung bulan Oktober ini senggaja diagendakan kegiatan bermalam di Masjid guna mempererat silaturokhim antar sesama muslim, meningkatkan ilmu keislaman dan saling nasihat menasihati dalam hal kebaikan dan kesabaran. Mabit kali ini merupakan Mabit pertama yang diselenggarakan Laskar Forsel beserta Takmir Masjid Assalam setelah vakum karena aktifitas Ramadhan dan libur kuliah.

Mabit Perdana Laskar Forsel-Takmir Masjid Assalam Tainan

Tak kurang ada 15 peserta yang ikut meramaikan kegiatan Mabit perdana ini. Sebagian besar adalah mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh study di universitas-universitas daerah Taiwan selatan. Perwakilan mahasiswa dari NCKU, STUST dan TSU Tainan, NCU Chiayi, NYUST Yunlin, buruh migran Indonesia (BMI) Tainan dan orang lokal Taiwan hadir membuat Mabit semakin semarak. Sebelum agenda inti, para peserta dipuaskan dengan hidangan khas nusantara seperti tempe mendoan, kering teri, soto ayam, mie aceh dll. Nampak nikmat dan lahap, peserta menyantap sajian bertajuk “traditional cuisine” karena makanan tersebut tidak setiap hari bisa didapatkan, konsekuensi tinggal jauh dari Indonesia.

Tepat pukul 10 malam, kegiatan Mabit secara resmi dibuka dan dipaparkan rencana agenda Mabit yang akan dirutinkan setiap akhir bulan hari sabtu malam hingga ahad pagi.  Materi pertama bertema “As-Sidq” dibawakan oleh Ust. Tri Noviantoro Murad yang juga merupakan dewan penasihat Forsel. Dalam kesempatan kali ini, Ustad asal Lampung ini mendeskripsikan karakter terpuji Rasul terutama sikap “benar” atau “membenarkan”, maksudnya seorang muslim agar menjalankan syariat dengan benar sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammad SAW.

Beliau juga menambahkan faedah menjalankan kebenaran sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Ma’ud RA bahwa Rasululloh berkata “Kejujuran mengantarkan pada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan ke surga. Seseorang yang senantiasa berkata jujur akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Sedangkan kebohongan, mengantarkan pada kedurhakaan, dan kedurhakaan mengantarkan ke neraka. Seseorang yang senantiasa berkata bohong akan dicatat di sisi Allah sebagai pembohong” (Muttafaq ‘alaih).

Setelah materi pertama, kegiatan diisi dengan kegiatan individu seperti baca alqur’an, makan dan senda gurau dengan peserta yang lain. Selain itu, panitia telah mempersiapkan film religi berjudul “Cinta Shubuh 3-Sang Ksatria Shubuh” yang menceritakan perjuangan sholat shubuh berjamaah di Masjid selama 40 hari berturut-turut guna memenangkan hati calon mertua dan calon istri. Setelah nonton bareng, para peserta dipersilahkan  istirahat tidur.

2.
Kajian As-Sidq oleh Ust. Tri Noviantoro Murad

Dini hari, tepat pukul 4 pagi, para peserta dibangunkan guna menyelenggarakan Qiyamul lail 8 rokaat plus 3 rokaat witir. Sholat malam kali ini dikomandoi Ust. Asiandi Ahcmad dengan bacaan merdu nan syahdu hingga shubuh menjelang. Saat shubuh tiba, kegiatan dilanjutkan dengan sholat shubuh berjamaah yang kali ini diimami oleh Abu Shafiyah. Para peserta nampak terlelap dalam bacaan ayat-ayat qur’an yang dibacakan saat qiyamul lail maupun sholat shubuh. Meski udara dingin di luar semakin kencang bergemuruh, kegiatan Mabit dapat terlaksana dengan khusuk dan khitmat.

3.
Kegiatan Qiyamul lail Mabit di Masjid Assalam

Ba’da sholat shubuh, agenda dilajutkan dengan siraman rohani berupa kuliah tujuh menit (kultum) yag disampaikan oleh Pak Ibnu Siswanto, mahasiswa PhD dari NYUST. Dalam kuliahnya, dosen asal Yogyakarta ini berpesan agar peserta yang hadir agar menjadi “agent of muslim” yang baik. Sangatlah esensial untuk menampilkan pribadi-pribadi sholeh, santun dan berkepribadian seperti yang ditampilkan Rasul. Islam tercermin dari akhlaq yang dibawakan kaum muslim sehingga karakter baik perlu ditampilkan sebagai karakter positif sebagaimana yang ajarkan Rasul kita.  Segera setelah kultum, acara dilanjutkan dengan sharing dan diskusi peserta.

4.
Kultum ba’da sholat shubuh
5.
Sarapan bersama peserta Mabit

Menjelang penutup, para peserta dihidangkan sarapan pagi dengan menu khas Indonesia. Foto bersama juga menjadi agenda wajib sebagai penutup kegiatan Mabit kali ini (Aksan-Forsel).

6.
Peserta Mabit Perdana di Masjid Assalam

 

 

 

Please follow and like us:
error0

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *