Fiqh

Urgensi Kebersihan dan Perhatian Islam

 

2. Islam Memperhatian Pencegahan Penyakit

Termasuk juga bentuk perhatian serius atas masalah kesehatan baik yang bersifat umum atau khusus. Serta pembentukan fisik dengan bentuk yang terbaik dan penampilan yang terindah. Perhatian ini juga merupakan isyarat kepada masyarakat untuk mencegah tersebarnya penyakit, kemalasan dan keengganan. Sebab wudhu’ dan mandi itu secara fisik terbukti bisa menyegarkan tubuh, mengembalikan vitalitas dan membersihkan diri dari segala kuman penyakit yang setiap saat bisa menyerang tubuh.


Secara ilmu kedokteran modern terbukti bahwa upaya yang paling efektif untuk mencegah terjadinya wabah penyakit adalah dengan menjaga kebersihan. Dan seperti yang sudah sering disebutkan bahwa mencegah itu jauh lebih baik dari mengobati.


3. Orang Yang Menjaga Kebersihan Dipuji Allah

Allah SWT telah memuji orang-orang yang selalu menjaga kesucian di dalam Al-Quran Al-Kariem. “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang taubat dan orang-orang yang membersihan diri.” (QS. Al-Baqarah : 222).

“Di dalamnya ada orang-orang yang suka membersihkan diri dan Allah menyukai orang yang membersihkan diri.” (QS. An-Taubah : 108)


Sosok pribadi muslim sejati adalah orang yang bisa menjadi teladan dan idola dalam arti yang positif di tengah manusia dalam hal kesucian dan kebersihan. Baik kesucian zahir maupun maupun batin. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW kepada jamaah dari shahabatnya: “Kalian akan mendatangi saudaramu, maka perbaguslah kedatanganmu dan perbaguslah penampilanmu. Sehingga sosokmu bisa seperti tahi lalat di tengah manusia (menjadi pemanis). Sesungguhnya Allah tidak menyukai hal yang kotor dan keji.” (HR. Ahmad)


4. Kesucian Itu Sebagian Dari Iman

Rasulullah SAW telah menyatakan bahwa urusan kesucian itu sangat terkait dengan nilai dan derajat keimanan seseorang. Bila urusan kesucian ini bagus, maka imannya pun bagus. Dan sebaliknya, bila masalah kesucian ini tidak diperhatikan, maka kulitas imannya sangat dipertaruhkan. “Kesucian itu bagian dari Iman.” (HR. Muslim)


5. Kesucian Adalah Syarat Ibadah

Selain menjadi bagian utuh dari keimanan seseorang, masalah kesucian ini pun terkait erat dengan syah tidaknya ibadah seseorang. Tanpa adanya kesucian, maka seberapa bagus dan banyaknya ibadah seseorang akan menjadi ritual tanpa makna, sebab tidak didasari dengan kesucian baik hakiki maupun maknawi. Rasulullah SAW bersabda: Dari Ali bin Thalib ra bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Kunci shalat itu adalah kesucian, yang mengharamkannya adalah takbir dan menghalalkannya adalah salam”.(HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah).


-Sumber: Buku Fiqih Islam (Kitab Thaharah) Oleh H. Ahmad Sarwat, Lc-

Please follow and like us:
error0

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *